Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza

Dipublish oleh Tim Towa | 20 Februari 2026, 04:57 WIB

Bagikan:
X
Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers (dok. The White House)

Towa News, Jakarta - Indonesia dipastikan menduduki posisi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza, Palestina. Pengumuman tersebut disampaikan dalam rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, mengonfirmasi bahwa Indonesia telah menerima tawaran posisi strategis tersebut. "Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF," ujar Jeffers , Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Jeffers menjelaskan bahwa kehadiran ISF di Gaza bertujuan menciptakan keamanan yang menjadi fondasi bagi kemakmuran dan perdamaian jangka panjang di wilayah tersebut. "Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng," kata Jeffers.

Lebih lanjut, Jeffers menegaskan ISF memiliki mandat untuk mengawasi gencatan senjata dan menjaga stabilitas keamanan, bukan menjalankan fungsi konfrontasi militer. ISF juga difokuskan pada upaya stabilisasi kondisi di Gaza agar roda pemerintahan sipil dapat kembali berjalan.

Dalam forum yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia mengerahkan personel TNI sebagai bagian dari ISF. "Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami siap mengerahkan pasukan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam International Stabilization Force guna memastikan perdamaian ini berhasil," ucap Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP semata-mata dilandasi komitmen memperjuangkan kemerdekaan Palestina, yang menurutnya selalu menjadi prinsip konsisten dalam politik luar negeri Indonesia. "Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis," tuturnya.

Sebelumnya, Indonesia telah menyatakan kesiapan mengirimkan hingga 8.000 personel ke Gaza apabila pengerahan pasukan tersebut resmi dikonfirmasi. ISF sendiri ditargetkan memiliki kekuatan hingga 20.000 tentara ditambah personel kepolisian.

Jeffers turut mengonfirmasi bahwa Maroko menjadi negara Arab pertama yang berkomitmen mengirim pasukan, menyusul Albania, Kazakhstan, dan Kosovo.

Board of Peace merupakan badan multilateral yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump untuk menangani konflik Palestina-Israel. Dewan ini secara resmi dibentuk pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss, di sela Forum Ekonomi Dunia, dan kini telah beranggotakan sedikitnya 26 negara, termasuk AS, Argentina, Indonesia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Israel.


Sumber: The White House, detik.com, CNN Indonesia

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video