Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Uzbekistan, Bidik Asia Tengah sebagai Koridor Pertumbuhan Baru

Tim Towa - Towa News
Jumat, 19 Juni 2026 15:07 WIB
Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Uzbekistan, Bidik Asia Tengah sebagai Koridor Pertumbuhan Baru
ailustrasi Indonesia dan Uzbekistan (dok.towa)

Towa News, Jakarta – Indonesia memperkuat langkah kerja sama ekonomi dengan Uzbekistan sebagai bagian dari strategi diversifikasi mitra dagang ke kawasan Asia Tengah. Langkah ini ditandai dengan pidato utama Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dalam Tashkent International Investment Forum 2026 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, Rabu (17/6).

Dalam forum tersebut, Wamendag Roro menyampaikan bahwa Asia Tengah kini menjelma menjadi salah satu kawasan paling potensial untuk kolaborasi ekonomi di masa depan. Ia menilai kawasan ini telah berkembang menjadi simpul strategis yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

“Di dalam kawasan yang memainkan peran penting dalam perdagangan global tersebut, Uzbekistan muncul sebagai kisah sukses luar biasa,” kata Wamendag Roro seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Perdagangan, Rabu (17/6).

Ia menambahkan, reformasi ekonomi yang dijalankan Pemerintah Uzbekistan turut memperkuat kepercayaan investor sekaligus mempercepat pengembangan industri dan konektivitas regional di kawasan tersebut.

Negosiasi FTA Berjalan, Perdagangan Bilateral Meningkat

Wamendag Roro memaparkan, hubungan dagang Indonesia dan Uzbekistan menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Momentum ini diperkuat dengan diluncurkannya negosiasi Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA) pada awal 2026.

Menurutnya, perjanjian dagang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai instrumen perdagangan, tetapi juga sebagai penghubung antara Asia Tenggara dan Asia Tengah yang dapat mendorong investasi, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kedua negara.

“Lebih penting lagi, hal ini dapat berkontribusi pada arsitektur ekonomi yang lebih tangguh dan terhubung,” ujar Wamendag Roro dalam forum tersebut.

Ia menegaskan, konektivitas antarpelaku usaha menjadi kunci utama agar peluang yang dibuka melalui perjanjian dagang dapat terealisasi menjadi hasil nyata bagi kedua negara.

Uzbekistan Buka Diri untuk Kolaborasi Logistik dan Investasi

Senada dengan itu, Wakil Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Ibrohim Ergashev turut mengajak mitra internasional, lembaga keuangan, dan sektor swasta untuk berkolaborasi membangun jaringan konektivitas perdagangan di kawasan Asia Tengah.

“Dalam lanskap perdagangan global yang tengah mengalami reorganisasi rantai pasok dan perubahan rute, wilayah Asia Tengah kini menempati posisi yang semakin strategis dan Uzbekistan aktif memposisikan diri sebagai platform logistik dan investasi industri yang menarik,” ungkap Ergashev dalam forum yang sama.

Indonesia Undang Pelaku Usaha Uzbekistan ke TEI 2026

Pada kesempatan tersebut, Wamendag Roro turut mengundang para pelaku usaha Uzbekistan untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 14–18 Oktober 2026. Ajang ini diharapkan menjadi sarana bagi pelaku usaha kedua negara untuk menjajaki peluang bisnis baru sekaligus membangun kemitraan strategis lintas negara.

Mengakhiri pidatonya, Wamendag Roro menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama dengan Uzbekistan dan mitra internasional lainnya.

“Bersama-sama, kita dapat mengubah ketidakpastian global menjadi peluang, menciptakan koridor pertumbuhan baru, dan membentuk masa depan di mana perdagangan berfungsi sebagai jembatan menuju kemakmuran, stabilitas, dan pembangunan,” pungkas Wamendag Roro.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi