Indonesia Resmi Teken Kontrak Pembelian Rudal Supersonik BrahMos Buatan India-Rusia

Dipublish oleh Tim Towa | 13 Maret 2026, 14:33 WIB

Bagikan:
X
Indonesia Resmi Teken Kontrak Pembelian Rudal Supersonik BrahMos Buatan India-Rusia
(dok. AP Photo/Gurinder Osan)

Towa News, Jakarta - Indonesia secara resmi menandatangani perjanjian pengadaan sistem rudal supersonik BrahMos, produk hasil kerja sama pengembangan India dan Rusia, sebagai bagian dari program modernisasi alutsista TNI khususnya di sektor pertahanan maritim.

Juru bicara Kementerian Pertahanan RI Rico Ricardo Sirait membenarkan kesepakatan tersebut kepada kantor berita Reuters. Menurutnya, akuisisi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pertahanan nasional.

"Bagian dari modernisasi perangkat keras militer dan kemampuan pertahanan, khususnya di sektor maritim," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait , Jumat (13/3/2026).

Rico menambahkan, pengadaan ini sekaligus mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan India di bidang pertahanan. Sistem rudal baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tangkal Indonesia dalam menjaga kedaulatan wilayah nasional.

Nilai Kesepakatan Masih Dirahasiakan

Terkait besaran nilai kontrak, Rico enggan memberikan konfirmasi resmi. Saat ditanya apakah total harga pembelian mencapai US$450 juta (sekitar Rp7,6 triliun) sebagaimana dilaporkan South China Morning Post pada Desember tahun lalu, Rico tidak memberikan jawaban.

Sebelumnya, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (13/3/2026), BrahMos Aerospace menyampaikan bahwa diskusi lanjutan dengan pihak Indonesia menyangkut kesepakatan senilai antara US$200 juta (Rp3,3 triliun) hingga US$350 juta (Rp5,9 triliun).

Tentang Rudal BrahMos

BrahMos merupakan rudal supersonik hasil pengembangan bersama India dan Rusia melalui perusahaan patungan BrahMos Aerospace yang berkantor pusat di New Delhi. Sistem persenjataan ini tersedia dalam sejumlah varian, meliputi peluncur berbasis darat, udara, kapal permukaan, hingga kapal selam.

Filipina menjadi negara pertama di luar India yang mengakuisisi sistem rudal buatan India-Rusia ini. Manila menandatangani kontrak pembelian sistem rudal antipesawat berbasis pantai BrahMos senilai hampir US$375 juta pada 2022, sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, Jumat (13/3/2026).

Hingga berita ini diturunkan, pihak BrahMos Aerospace maupun Kementerian Pertahanan India belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video