Dipublish oleh Tim Towa | 29 April 2026, 14:50 WIB
Towa News, Jakarta - Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam (27/4) menyedot perhatian kalangan legislatif. Tragedi yang menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya itu diduga dipicu oleh sebuah taksi yang berhenti di perlintasan rel kereta api.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, menyampaikan duka atas insiden tersebut sekaligus mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas.
"Tragedi kecelakaan kereta yang merenggut 15 nyawa dan melukai puluhan orang lainnya benar-benar memilukan hati kita. InsyaAllah, para korban husnul khotimah dan yang terluka diberi kekuatan," ujar Kawendra seperti dikutip dari berbagai sumber, Selasa (28/4).
Kawendra secara khusus menyoroti keterlibatan taksi Green SM perusahaan angkutan asal Vietnam sebagai pemicu awal rangkaian kecelakaan beruntun tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kendaraan dari operator itu bukan pertama kali bermasalah di perlintasan kereta api.
"Setelah mencermati fakta lapangan, saya menyoroti keterlibatan taksi hijau Green SM sebagai pemicu awal. Ini bukan sekadar insiden tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini," terang Kawendra.
Politisi Gerindra itu turut menyinggung transformasi panjang layanan kereta Jabodetabek yang dinilainya tidak seharusnya dirusak oleh kelalaian pihak luar.
"Sebagai pengguna setia kereta Jabodetabek di era 2006–2010, saya menyaksikan betapa panjang dan sulitnya transformasi yang telah dilakukan oleh PT KAI hingga menjadi seperti sekarang. Namun, dedikasi besar untuk meningkatkan layanan nasional itu tidak boleh dicederai oleh kelalaian pihak eksternal," ujarnya.
Berdasarkan penilaian itu, Kawendra mendesak pemerintah untuk mengevaluasi hingga mencabut izin operasional Green SM di Indonesia.
"Rasanya tidak berlebihan bila kita meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut!" tegasnya.
Kecelakaan di Bekasi Timur diduga berawal dari sebuah taksi yang terjebak di perlintasan rel, sehingga mengganggu perjalanan KRL dan berujung pada tabrakan beruntun dengan rangkaian kereta lain. Saat ini, Kementerian Perhubungan bersama instansi terkait masih menjalankan investigasi guna memastikan penyebab pasti kejadian dan mencegah insiden serupa terulang di kemudian hari.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo: Hilirisasi Satu-satunya Jalan Menuju Kemakmuran, Bangsa Harus...
Towa News | 29 April 2026, 19.54 WIB
Prabowo: MBG dan Koperasi Desa Jadi Jalan Kembalikan...
Towa News | 29 April 2026, 19.49 WIB
Prabowo Siapkan Rp4 Triliun Benahi 1.800 Titik Perlintasan...
Towa News | 28 April 2026, 13.04 WIB
Prabowo Kunjungi Korban Tabrakan Kereta Api di RSUD...
Towa News | 28 April 2026, 13.02 WIB
Prabowo Jenguk Korban KA Bekasi, Perintahkan Investigasi dan...
Towa News | 28 April 2026, 12.57 WIB