Dipublish oleh Tim Towa | 05 Maret 2026, 10:42 WIB
Towa News, Jakarta - Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Eropa agar tidak terlibat dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung. Teheran menegaskan akan memperluas serangan balasan hingga ke wilayah Eropa jika negara-negara di kawasan itu mengambil tindakan militer apa pun terhadap Iran.
Peringatan tersebut disampaikan secara resmi oleh pemerintah Iran di Teheran pada Selasa (3/3). Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kewaspadaan sejumlah negara Eropa terhadap kemungkinan konflik Iran yang meluas ke luar kawasan Timur Tengah dan berpotensi mengancam keamanan Eropa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa segala bentuk keterlibatan negara-negara Eropa akan dipandang sebagai pernyataan perang.
"Itu akan menjadi tindakan perang. Tindakan apa pun terhadap Iran akan dianggap sebagai keterlibatan dengan para agresor. Itu akan dianggap sebagai tindakan perang terhadap Iran," kata Esmail Baghaei dalam konferensi pers kepada kantor berita pemerintah Iran, seperti dikutip dari Press TV dan Euronews, Rabu (4/3).
Baghaei juga menolak dalih bahwa tindakan defensif berbeda dari serangan. Menurutnya, upaya apa pun untuk melemahkan kemampuan militer Iran tetap tergolong tindakan ofensif.
"Defensif sama artinya dengan ofensif, tidak masuk akal, apakah mereka ingin menghilangkan kemampuan dan kapasitas Iran untuk melawan agresor," ujarnya, sebagaimana dilaporkan Press TV dan Euronews, Rabu (4/3).
Ia juga menyesalkan kemungkinan negara-negara Eropa berpihak kepada pihak yang dianggap Iran sebagai agresor.
"Akan sangat disayangkan jika negara-negara ini berpihak pada agresor, mereka sudah cukup berbuat melawan Iran," tambah Baghaei, Rabu (4/3).
Drone Iran Serang Pangkalan Militer Inggris di Siprus
Ketegangan ini dipicu oleh insiden Senin (2/3), ketika drone tempur buatan Iran menargetkan pangkalan udara Akrotiri milik Angkatan Udara Inggris di Siprus — negara anggota Uni Eropa. Para pejabat menduga drone tersebut diluncurkan dari Lebanon, kemungkinan besar oleh kelompok militan Hizbullah.
Serangan itu mendorong Inggris untuk memperketat pertahanan pangkalan militernya di Mediterania tersebut. Media Inggris melaporkan bahwa Perdana Menteri Keir Starmer tengah mengkaji kemungkinan pengerahan kapal-kapal perang guna memperkuat pangkalan dari ancaman serangan berikutnya.
Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan kapal induk Prancis bergerak menuju kawasan Timur Tengah. Macron menyatakan Prancis akan meningkatkan postur pertahanannya di kawasan tersebut guna melindungi warga negara dan aset militer, sekaligus mendukung negara-negara yang menjadi sasaran serangan Iran sebagai respons atas aksi militer Israel dan Amerika Serikat.
Sumber : Detik.com, Press TV dan Euronews
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Yusril: Stabilitas Pemerintahan Ditentukan Kompromi Politik, Bukan Ambang...
Towa News | 04 Maret 2026, 12.37 WIB
Produksi Beras Januari 2026 Tumbuh 38,56 Persen, Capai...
Towa News | 03 Maret 2026, 11.22 WIB
Kejagung Sita Puluhan Aset Tanah dan Pabrik Sawit...
Towa News | 03 Maret 2026, 10.59 WIB
WNI di Timur Tengah Diminta Waspada, Kemlu RI...
Towa News | 01 Maret 2026, 21.17 WIB
Prabowo Siap ke Teheran, Indonesia Ambil Peran Mediasi...
Towa News | 01 Maret 2026, 02.05 WIB