Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa Lintas Selat Hormuz

Dipublish oleh Tim Towa | 06 Maret 2026, 14:32 WIB

Bagikan:
X
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa Lintas Selat Hormuz
(kemnlu RI)

Towa News, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menggerakkan Kedutaan Besar RI di Teheran untuk melobi pemerintah Iran agar dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Upaya diplomasi ini menjadi prioritas di tengah situasi kawasan yang masih bergejolak akibat konflik bersenjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (ASPASAF) Kemlu, Santo Darmosumarto, menyatakan bahwa komunikasi antarpemerintah tengah dijalankan secara aktif melalui jalur diplomatik di Teheran.

"Terkait dengan yang terjadi saat ini dengan dua tanker dari pihak Pertamina, hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman kita di KBRI Teheran. Karena memang conversation-nya harus dilakukan dengan pihak Iran. Saat ini sedang dilakukan upaya diplomasi," ujar Santo, Jumat (6/3/2026).

Lobi yang dijalankan KBRI Teheran bertujuan ganda: memastikan kapal-kapal Pertamina mendapat izin melintas sekaligus memperoleh jaminan perlindungan selama berada di kawasan tersebut.

"Untuk memastikan bahwa kepentingan Indonesia terkait dengan Pertamina itu dapat terus diberikan perlindungan, dari sisi dapat melintas Selat Hormuz itu dengan aman," kata Santo.

Meski demikian, Santo mengakui kondisi di Iran saat ini belum sepenuhnya memungkinkan penyelesaian cepat. Komunikasi tetap diupayakan tanpa henti.

"Kondisinya secara umum memang masih belum kondusif di sana, tapi terus kita upayakan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah Iran," ungkap Santo, Jumat (6/3/2026).

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa kedua kapal tanker Pertamina kini berlabuh sementara di sekitar Selat Hormuz sebagai langkah mitigasi dari dampak konflik yang sedang berlangsung.

"Sambil kita melakukan negosiasi, komunikasi yang lebih baik agar kita cari solusinya," kata Bahlil, Rabu malam (4/3/2026).

Krisis ini bermula ketika Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan yang diklaim dilakukan oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 warga Iran, memicu ancaman balasan dari Teheran dan menutup salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan energi global, termasuk kebutuhan minyak mentah Indonesia. Kemlu menegaskan upaya diplomasi akan terus diintensifkan guna melindungi kepentingan nasional sekaligus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.

Sumber: detikNews

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video