Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan Empat Kesepakatan Komersial Baru

Tim Towa - Towa News
Jumat, 29 Mei 2026 16:34 WIB
Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan Empat Kesepakatan Komersial Baru
(Dok.Sekertariat Kabinet)

Towa News, Paris - Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Republik Prancis pada Kamis (28/5/2026) menghasilkan empat kesepakatan komersial baru yang mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

"Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, tercapai empat kesepakatan komersial baru yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan," kata Teddy.

Kesepakatan tersebut merupakan hasil konkret dari pertemuan bilateral Presiden Prabowo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Berdasarkan Joint Statement yang dirilis Istana Élysée, keempat kesepakatan itu mencakup bidang transisi energi dan ketahanan energi termasuk eksplorasi kerja sama pengembangan infrastruktur energi nuklir yang aman dan berkelanjutan; penguatan perdagangan dan investasi melalui percepatan implementasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA); kerja sama industri pertahanan termasuk pengembangan bersama dan kolaborasi persenjataan; serta dukungan investasi lintas negara di sektor hilirisasi dan mineral kritis.

Di sela kunjungan, kedua pemimpin turut menyaksikan peluncuran France-Indonesia High Level Business Council Forum Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama MEDEF International. Forum tersebut mempertemukan 30 pimpinan industri dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan yang menembus 1,3 triliun dolar AS. 

Teddy menyebut forum ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat hubungan investasi sekaligus mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya. Dalam kunjungan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat 27 nota kesepahaman ditandatangani dengan nilai lebih dari 11 miliar dolar AS.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi