Mensos Gus Ipul Ajak Camat dan Kades di Sidoarjo Perbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Dipublish oleh Tim Towa | 06 Februari 2026, 14:11 WIB

Bagikan:
X
Mensos Gus Ipul Ajak Camat dan Kades di Sidoarjo Perbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (dok. kemensos)

Towa News, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menggelar sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh camat, kepala desa, dan pilar sosial setempat untuk bersama-sama memperbaiki akurasi data.

"Saya mengajak Pak Bupati, camat dan kepala desa serta pendamping sosial di Kabupaten Sidoarjo untuk gandeng tangan menghadirkan data yang akurat. Istilah saya itu jihad untuk menghadirkan data yang akurat. Karena data ini sangat strategis dan penting sebagaimana arahan Bapak Presiden," kata Gus Ipul seperti dilansir dari situs resmi Kementerian Sosial.

Gus Ipul tiba di lokasi acara sekitar pukul 08.30 WIB bersama Bupati Sidoarjo Subandi. Acara dibuka dengan penampilan Tari Remo, dilanjutkan pidato berbahasa Inggris dan Arab oleh siswa SRMA 21 Surabaya, serta penampilan paduan suara dan pembacaan puisi.

Tekan Tingkat Kesalahan Data

Mensos mengakui masih terdapat ketidakakuratan data di lapangan yang memerlukan perbaikan segera. Ia memberikan apresiasi kepada Pemda Sidoarjo yang telah memulai pemutakhiran data secara berkelanjutan untuk kemudian diserahkan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) guna diverifikasi.

"Sehingga keluarga yang selama ini belum terjangkau dan tidak terbawa dalam proses pembangunan itu akan mendapatkan program yang sesuai dengan kebutuhan. Ini dalam rangka perlindungan dan jaminan sosial, dalam rangka pemberdayaan," jelas Gus Ipul seperti dikutip dari sumber yang sama.

Ia menjelaskan, pemutakhiran DTSEN dapat dilakukan melalui RT dan RW yang kemudian dimusyawarahkan di tingkat desa. Data selanjutnya diinput oleh operator desa yang menurutnya memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penyediaan data akurat.

Gus Ipul mendorong pemerintah daerah memberikan pelatihan memadai bagi operator desa agar dapat menjalankan tugas dengan optimal. Ia mencontohkan keberhasilan digitalisasi bansos di Banyuwangi yang mampu menekan tingkat kesalahan data dari 77 persen menjadi 28 persen.

"Nanti dengan kerja keras lagi dan digitalisasi bansos secara bertahap nanti errornya bisa dibawah 10 atau dibawah 5 persen," kata Gus Ipul seperti dilansir dari sumber yang sama.

Komitmen Pemda Sidoarjo

Merespons arahan Mensos, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam menyukseskan pemutakhiran DTSEN.

"Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan siap mendukung penuh kebijakan dan arahan Pak Menteri Sosial," kata Subandi seperti dikutip dari sumber yang sama.

Pemda Sidoarjo akan memperkuat kapasitas SDM, mempercepat integrasi data, serta mengawal implementasi DTSEN di lapangan agar dapat memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi kerentanan sosial.

Basis Data Nasional

DTSEN merupakan basis data yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi setiap individu dan keluarga di Indonesia. Data ini dibentuk melalui penggabungan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Hingga Januari 2026, DTSEN memuat 289.060.513 data individu yang dikelompokkan ke dalam 10 desil kesejahteraan, dari desil 1 untuk kelompok prasejahtera hingga desil 10 untuk kelompok sejahtera.

Kementerian Sosial membuka ruang partisipasi publik dalam pembaruan DTSEN melalui jalur formal dan partisipatif. Jalur formal dilakukan melalui koordinasi dengan RT/RW dan operator SIKS-NG, sementara jalur partisipatif dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos, layanan Command Center 021-171, dan WhatsApp 08877-171-171.

Sumber: Situs Resmi Kementrian Sosial

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video