Towa News, Jakarta - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui Bidang Riset dan Inovasi memberikan apresiasi tinggi kepada Anggota DPD RI, Mirah Midadan Fahmid, sebagai "Senator Muda Berprestasi". Penghargaan dan apresiasi ini disampaikan langsung dalam agenda audiensi resmi yang berlangsung di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pertemuan strategis tersebut menjadi momentum penting dalam menyinergikan peran pemuda, akademisi, dan lembaga legislatif untuk mengawal isu-isu krusial nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bidang Riset dan Inovasi PB HMI, Tata Sapriadin, menekankan pentingnya penguatan fungsi pengawasan yang melekat pada DPD RI. PB HMI secara tegas merekomendasikan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk menangani sengkarut importir ilegal yang kian meresahkan. Tata menilai, jika praktik lancung ini terus dibiarkan tanpa penegakan hukum yang rigid, maka masa depan perekonomian nasional akan berada dalam ancaman besar.
Secara spesifik, PB HMI menyoroti maraknya arus masuk komoditas ilegal dari luar negeri yang merusak pasar domestik. Beberapa komoditas yang menjadi perhatian utama di antaranya adalah pakaian bekas (thrifting ilegal), tekstil, hingga baja bekas. Masuknya barang-barang tersebut dengan harga yang jauh di bawah pasar dinilai menjadi faktor utama yang memicu kebangkrutan massal industri lokal serta mengancam jutaan lapangan kerja masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut, Tata Sapriadin menjelaskan bahwa apresiasi yang diberikan kepada Senator Mirah Midadan Fahmid didasarkan pada rekam jejak dan kapabilitas yang bersangkutan. Senator muda tersebut dinilai memiliki latar belakang akademisi yang sangat kuat, sehingga mampu membawa perspektif yang saintifik, objektif, dan solutif dalam setiap pembahasan kebijakan. Karakter kepemimpinan berbasis data inilah yang dinilai membuat sosoknya menonjol di parlemen.
Berkat kapasitas intelektualnya yang mumpuni, Senator Mirah kerap dipercaya oleh lembaga DPD RI untuk memimpin berbagai agenda penting. Ia tercatat aktif dilibatkan dalam kunjungan kerja strategis serta dipercaya dalam memaparkan konsep-konsep pembangunan di berbagai forum formal. PB HMI menilai konsistensi ini merupakan cerminan dari representasi legislator muda yang tidak hanya vokal, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir yang diakui secara kelembagaan.
Melalui audiensi ini, PB HMI Bidang Riset dan Inovasi berharap komitmen dan pemikiran kritis Senator Mirah Midadan Fahmid dapat menular kepada para pembuat kebijakan lainnya. PB HMI juga menyatakan siap mengawal rekomendasi pembentukan Pansus Importir Ilegal ini secara akademis melalui riset-riset yang komprehensif. Kolaborasi antara organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia dan DPD RI ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang konkret demi menyelamatkan industri nasional. (Red)
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!