Pengusaha Muda Giffari Naufal Arisma Putra Pertimbangkan Terjun ke Dunia Politik

Dipublish oleh Tim Towa | 19 Februari 2026, 04:28 WIB

Bagikan:
X
Pengusaha Muda Giffari Naufal Arisma Putra Pertimbangkan Terjun ke Dunia Politik
Giffari Naufal Arisma Putra (foto: Istimewa)

Towa News, Jakarta - Pengusaha pendatang baru, Giffari Naufal Arisma Putra atau yang akrab disapa Giffari Haris, diperkirakan akan segera terjun ke dunia politik dengan bergabung sebagai anggota salah satu partai politik di Indonesia.

Dalam wawancara daring pada Rabu, 18 Februari 2026, Giffari membenarkan adanya rencana tersebut, namun menegaskan bahwa keputusan final masih dalam tahap pertimbangan.

“Ya, benar. Saya memang sudah lama memiliki niat untuk terjun ke politik. Namun untuk saat ini saya masih mempertimbangkan keputusan tersebut secara matang. Apakah saya akan segera masuk ke politik atau tidak, semuanya bergantung pada hasil pertimbangan saya,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai partai politik yang akan menjadi tempatnya berlabuh, ia tidak memberikan jawaban spesifik. Ia hanya mengungkapkan bahwa partai yang akan ia masuki merupakan salah satu partai dengan perolehan suara terbesar dalam Pemilu 2024.

“Intinya, partai yang akan saya masuki merupakan salah satu partai tiga besar berdasarkan perolehan suara pada Pemilu 2024,” imbuhnya.

Dasar Hukum Keanggotaan Politik

Giffari yang lahir pada 2 Juli 2006 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, saat ini berusia 19 tahun. Secara hukum, usianya memenuhi syarat untuk menjadi anggota partai politik.

Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008, Dalam Pasal 14 ayat (1) disebutkan bahwa anggota partai politik harus merupakan warga negara Indonesia yang telah berumur 17 tahun atau sudah menikah. Dengan ketentuan tersebut, Giffari secara sah dan legal dapat bergabung sebagai anggota partai politik di Indonesia.

Motivasi Terjun ke Politik

Giffari menyatakan bahwa minatnya terhadap politik telah berkembang sejak lama dan keputusan untuk terjun ke bidang tersebut merupakan inisiatif pribadi.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya memiliki minat besar di bidang politik sehingga saya merasa memiliki kecocokan untuk terjun ke dalamnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak dipengaruhi tekanan atau dorongan dari pihak mana pun. Menurutnya, keinginan tersebut sempat tertunda karena faktor usia dan keterbatasan pemahaman politik pada masa sebelumnya.

“Saya telah lama memiliki keinginan untuk terjun ke politik atas inisiatif pribadi, tanpa tekanan atau ajakan dari pihak mana pun. Sebelumnya saya menunda karena faktor usia dan keterbatasan pemahaman politik,” tambahnya.

Menurut Giffari, keterlibatan dalam partai politik merupakan sarana strategis untuk memberikan kontribusi kepada negara dan masyarakat.

“Saya ingin berkontribusi kepada negara dan masyarakat. Meskipun terdapat banyak cara untuk berkontribusi di luar politik, saya menilai keterlibatan dalam partai politik dapat mempermudah proses tersebut. Partai politik menjadi wadah untuk belajar, memperoleh pengalaman, serta mengembangkan pemahaman politik secara sistematis,” tegasnya.

Politik dan Kontribusi Publik

Sebagai pengusaha muda yang bergerak di sektor media, ritel, serta food and beverage, Giffari menilai kontribusi melalui dunia usaha tetap memiliki peran penting. Namun menurutnya, politik memiliki cakupan dampak yang lebih luas.

“Kontribusi melalui bisnis sangat memungkinkan. Namun menurut saya, ruang lingkupnya tidak seluas kontribusi melalui politik,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa politik berperan langsung dalam pembentukan kebijakan publik yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Ruang kontribusi melalui politik sangat luas karena berkaitan langsung dengan pembentukan kebijakan publik yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan teknologi,” tambahnya.

Terkait waktu pengumuman resmi mengenai keputusan politiknya, Giffari meminta publik menunggu hingga proses tersebut benar-benar final.

“Mohon doa dan dukungannya. Keputusan resmi akan saya sampaikan setelah seluruh proses selesai dan keanggotaan partai telah ditetapkan,” tutupnya.

Afiliasi Organisasi dan Arah Politik

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Giffari terdaftar sebagai anggota organisasi sayap pemuda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yakni Banteng Muda Indonesia. Hal tersebut memunculkan spekulasi bahwa ia berpotensi bergabung dengan partai berlambang banteng moncong putih tersebut yang saat ini dipimpin oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Profil Singkat

Berdasarkan profil LinkedIn dan sejumlah sumber, Giffari dikenal sebagai pengusaha muda yang terlibat di beberapa sektor, khususnya media, ritel, serta food and beverage dan eksekutif muda Indonesia. Ia merupakan pendiri dan menjabat sebagai direktur PT Meri Jaya Abadi, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor media dan ritel.

Dalam bidang pendidikan, ia menempuh pendidikan taman kanak-kanak di TK Satu Atap Kuripan, pendidikan dasar di SD Negeri 1 Kuripan, pendidikan menengah pertama di MTs Negeri 1 Lombok Barat, serta pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Mataram. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan tinggi S1 Manajemen Bisnis di BINUS University.

Dengan latar belakang kewirausahaan serta minat kuat pada bidang politik, langkah Giffari menuju dunia politik menjadi perkembangan yang tengah diperhatikan publik.(Red)

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video