Dipublish oleh Tim Towa | 19 Januari 2026, 11:43 WIB
Towa News, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kunci di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss. Ini menjadi pidato pertama Prabowo di forum ekonomi global tersebut sejak menjabat sebagai presiden.
Berdasarkan informasi Sekretariat Kabinet, kepala negara dijadwalkan berpidato di hadapan puluhan pemimpin dunia dan ribuan pelaku ekonomi internasional.
"Sementara itu, di Davos, Swiss, Kepala Negara akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) yang rencananya akan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1000 peserta," demikian keterangan di akun Instagram @sekretariat.kabinet seperti dikutip dari detikFinance, Senin (19/1/2026).
Menurut laman resmi WEF 2026, pidato Prabowo direncanakan berlangsung pada 22 Januari 2026 pukul 14.00 waktu setempat atau sekitar pukul 20.00 WIB. Selain berpidato, Prabowo juga akan menggelar dialog strategis dengan sejumlah CEO perusahaan multinasional terkemuka.
Momentum Tarik Investasi Global
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan menilai partisipasi Indonesia di WEF menjadi peluang strategis untuk meningkatkan citra positif sekaligus menarik investasi asing.
"Karena kita melihat ini momen yang sangat penting. Kenapa penting? Karena Indonesia sudah sebenarnya dipandang cukup baik dan punya potensial untuk bisa mengundang investasi masuk ke Indonesia karena kita punya kekayaan sumber daya alam, kemudian ekonomi kita juga relatif tumbuh terus dan politik juga stabil, sumber daya manusia juga dengan bonus demografi yang terus kita tingkatkan kualitasnya ini bisa menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka," ujar Ichwan seperti dilaporkan detikFinance.
Managing Director Global Relations and Governance Danantara Mohamad Al-Arief menyebutkan Indonesia akan menawarkan peluang investasi di berbagai sektor prioritas pembangunan nasional.
"Sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas kami yang juga strategis menjadi prioritas agenda pembangunan Nasional ya. Kami sangat interested dengan isu-isu transisi energi, ketahanan pangan, dan juga pengembangan industri yang bernilai tambah ya. Kita tentu juga ingin banyak melihat sektor-sektor yang sangat imperative dalam penciptaan lapangan kerja dan juga pertumbuhan inklusif ya," kata Al-Arief dalam laporan detikFinance.
Kehadiran delegasi Indonesia di WEF 2026 juga ditargetkan dapat membuka peluang kerja sama dan kemitraan internasional yang lebih luas.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Bank Mandiri Catat Kredit Tumbuh 15,62 Persen di...
Towa News | 23 Februari 2026, 11.30 WIB
Disaksikan Prabowo, Indonesia dan AS Sepakati 11 MoU...
Towa News | 19 Februari 2026, 13.07 WIB
Pasokan dan Distribusi Diperkuat, Harga Cabai di Pasar...
Towa News | 18 Februari 2026, 16.41 WIB
Produksi PKO PTPN IV PalmCo Regional III Tembus...
Towa News | 18 Februari 2026, 14.02 WIB
1.000 Koperasi Merah Putih Tuntas Dibangun, 29.000 Unit...
Towa News | 18 Februari 2026, 13.46 WIB