MEMUAT BERITA...

Prabowo Dijadwalkan Resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Jumat Ini

Tim Towa - Towa News
Kamis, 09 Juli 2026 13:01 WIB
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Jumat Ini
Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Towa News, Mataram - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026. Kunjungan ini menjadi kunjungan kerja pertama Prabowo ke NTB sejak dilantik sebagai presiden.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan persiapan penyambutan kedatangan Prabowo telah dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Rabu (8/7/2026).

"Beliau diagendakan akan meresmikan Bendungan Meninting," kata Khalik.

Berdasarkan keterangan Khalik, Prabowo rencananya mendarat menggunakan pesawat kepresidenan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah. Dari bandara, ia akan melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Lombok Barat untuk meresmikan bendungan tersebut.

Selain meresmikan bendungan, Prabowo juga dijadwalkan menyapa warga setempat, dengan koordinasi teknis ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Khalik menyebut, hingga saat ini belum ada agenda tambahan di luar peresmian bendungan, meski kepastian akhir masih menunggu koordinasi dengan Paspampres dan Korem 162/Wira Bhakti terkait kemungkinan perubahan jadwal mendadak.

Usai peresmian, Prabowo dijadwalkan langsung bertolak menuju Bali.

Di sisi lain, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal disebut memanfaatkan momentum kedatangan presiden ini untuk mengajukan sejumlah program prioritas daerah. Iqbal telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyiapkan data dan proposal program strategis yang akan disampaikan langsung kepada Prabowo, mencakup kebutuhan dari 10 kabupaten/kota di NTB.

Bendungan Meninting berlokasi di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Bendungan berkapasitas sekitar 13,14 juta meter kubik ini dibangun untuk mendukung kebutuhan irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan tenaga surya (PLTS).

Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mulai dibangun sejak 2019.

Sumber: Detik

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi