Prabowo Pangkas BUMN dari 1.000 Lebih Jadi 250, Target Rampung Tahun Ini

Tim Towa - Towa News
Senin, 29 Juni 2026 10:48 WIB
Prabowo Pangkas BUMN dari 1.000 Lebih Jadi 250, Target Rampung Tahun Ini
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan pada penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di JICC, Jakarta, Minggu (28/6/2026). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Towa News, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan pemangkasan besar-besaran jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dari lebih dari 1.000 perusahaan menjadi hanya 250 entitas. Langkah ini ditegaskan Presiden sebagai bagian dari agenda transformasi menyeluruh agar perusahaan negara benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang efisien, transparan, dan berpihak pada rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Pemerintah, kata Presiden, telah memulai langkah konkret dengan menutup lebih dari 200 BUMN sejak proses restrukturisasi dimulai. Target akhirnya, jumlah BUMN akan ditekan hingga tersisa 250 perusahaan saja.

"Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah. Bagaimana Pak Dony, ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250," ujar Presiden.

Presiden menjelaskan, salah satu alasan utama pemangkasan ini adalah membengkaknya beban overhead yang selama ini membebani keuangan negara tanpa memberikan manfaat nyata. Ratusan direktur utama, jajaran direksi, dan komisaris di BUMN-BUMN yang tidak produktif itu harus dibayar menggunakan uang rakyat, sementara perusahaannya sendiri tidak menghasilkan keuntungan.

"Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa? Gajinya kayak apa? Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," tegas Presiden.

Presiden menargetkan seluruh proses pembenahan BUMN tuntas dalam tahun 2026 ini. Ia meminta agar dalam dua tahun ke depan, BUMN-BUMN yang tersisa sudah beroperasi secara lebih profesional, efisien, dan transparan.

"Kita mau sekarang rasional, efisien. Dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam 2 tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat," kata Presiden.

Di sisi lain, Presiden juga mengapresiasi perbaikan kinerja BUMN dalam setahun terakhir yang mulai menunjukkan tanda-tanda positif. Ia menyebut munculnya laba sebagai modal awal untuk mendorong transformasi yang lebih besar ke depan.

Kebijakan restrukturisasi ini menjadi bagian dari visi besar pemerintahan Prabowo dalam membangun fondasi industri nasional yang kuat, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat global.
 

Sumber: BPMI Setpres

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi