Puan Maharani Desak Evaluasi Berkala Kebijakan WFH ASN Setiap Jumat

Dipublish oleh Tim Towa | 02 April 2026, 15:42 WIB

Bagikan:
X
Puan Maharani Desak Evaluasi Berkala Kebijakan WFH ASN Setiap Jumat
Ketua DPR RI Puan Maharani (dok.instagram/@ketua_dprri)

Towa News, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Puan menegaskan bahwa tolok ukur utama keberhasilan kebijakan ini bukan sekadar fleksibilitas jam kerja, melainkan kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat.

"WFH ASN bukan soal fleksibilitas semata, tetapi soal apakah negara tetap bekerja saat kantor tidak penuh. Fleksibilitas kerja ASN akan dinilai dari tetap cepat atau tidaknya negara melayani rakyat," ujar Puan, Kamis (2/4/2026).

Menurut Puan, masyarakat tidak mempersoalkan lokasi ASN bekerja, melainkan apakah dokumen selesai tepat waktu, layanan administrasi tetap responsif, dan keputusan birokrasi tidak mengalami keterlambatan.

"Kepercayaan publik dibentuk bukan oleh perubahan aturannya, tetapi oleh apakah masyarakat tetap merasakan negara bekerja dengan ritme yang sama," kata perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu, dalam laporan Liputan6.com.

Dorong Modernisasi Birokrasi

Puan menilai kebijakan WFH ASN berpotensi menjadi bagian dari modernisasi birokrasi, asalkan benar-benar menggeser orientasi dari kehadiran fisik menuju kinerja yang terukur. Ia mengingatkan bahwa fleksibilitas hanya akan diterima publik apabila tidak menimbulkan kesan bahwa layanan negara semakin jauh dari kebutuhan warga.

"Keberhasilan kebijakan ini bergantung pada kemampuan setiap instansi menjaga bahwa layanan yang bersentuhan langsung dengan rakyat tidak mengalami perlambatan, terutama pada unit-unit yang setiap hari berhubungan dengan administrasi warga," papar Puan.

Ia juga menekankan perlunya standar implementasi yang jelas dan pengawasan yang efektif agar ASN tetap produktif meski tidak bekerja dari kantor.

"Harus ada evaluasi berkala untuk memastikan apakah model WFH sehari dalam sepekan bagi ASN berjalan dengan efektif," tegasnya, Kamis (2/4/2026).

Sumber: Liputan6.com,suara.com

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video