Realisasi APBN 2025 Tunjukkan Kinerja Solid, Defisit Terkendali di 2,92 Persen

Dipublish oleh Tim Towa | 09 Januari 2026, 08:50 WIB

Bagikan:
X
Realisasi APBN 2025 Tunjukkan Kinerja Solid, Defisit Terkendali di 2,92 Persen
Ilustrasi APBN ( foto:Zakaria Traoré)

Towa News, Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menunjukkan capaian yang menggembirakan meskipun menghadapi kondisi perekonomian global yang tidak menentu. Defisit anggaran berhasil dijaga pada angka aman 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pencapaian tersebut saat menggelar konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (8/1).

"Dalam kondisi yang volatile di tahun 2025, APBN menjadi instrumen kebijakan yang antisipatif dan responsif menghadapi perkembangan dinamika global dan domestik," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seperti dikutip dari situs resmi Kemenkeu, Rabu (8/1).

Dari sisi penerimaan, pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.756,3 triliun atau setara 91,7 persen dari proyeksi outlook semester yang ditetapkan sebesar Rp2.865,5 triliun.

Capaian ini ditopang oleh sektor perpajakan yang menyumbang Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target Rp2.387,3 triliun. Rinciannya, penerimaan pajak mencapai Rp1.917,6 triliun (87,6 persen dari target), sedangkan kepabeanan dan cukai menyentuh Rp300,3 triliun (99,6 persen dari target).

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bahkan melampaui target dengan realisasi Rp534,1 triliun atau 104 persen dari sasaran Rp477,2 triliun. Sementara penerimaan hibah mencapai Rp4,3 triliun, melonjak 733,3 persen dari target Rp1 triliun.

Pada sisi pengeluaran, belanja negara terealisasi sebesar Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari outlook semester senilai Rp3.527,5 triliun. Belanja pemerintah pusat menyerap Rp2.602,3 triliun yang terdiri dari belanja kementerian/lembaga Rp1.500,4 triliun dan belanja non-K/L Rp1.102 triliun. Transfer ke daerah telah tersalurkan sebesar Rp849 triliun.

Dengan pola pengelolaan tersebut, defisit APBN tercatat Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB, masih dalam batas aman yang ditetapkan pemerintah.

"Kita tahu ekonomi kita sedang mengalami downtrend, turun ke bawah. Kita harus memberikan stimulus ke perekonomian. Ini wujud dari komitmen pemerintah untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh secara berkesinambungan tanpa membahayakan APBN. Tapi kita tetap jaga, pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3 persen," ujar Menkeu seperti dilansir dari situs resmi Kemenkeu.

Purbaya menegaskan strategi ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan countercyclical untuk menjaga ekspansi ekonomi di tengah tekanan global yang tinggi.

Ke depan, pemerintah menargetkan penurunan defisit ke level yang lebih rendah pada 2026 seiring perbaikan fondasi ekonomi dan penguatan momentum pertumbuhan.

"Tahun ini kita asumsikan pertumbuhan ekonominya 5,4 persen, tapi kita akan coba tekan ke level yang lebih tinggi lagi," kata Menkeu dalam laporan Kemenkeu.

Kementerian Keuangan berkomitmen terus mengoptimalkan peran APBN sebagai mesin pertumbuhan dan shock absorber guna melindungi daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Sumber: https://www.kemenkeu.go.id/

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video