Towa, Jakarta – Volume transaksi menggunakan Kode Respons Cepat Standar Indonesia (QRIS) mencatatkan lonjakan signifikan sepanjang semester I 2026. Bank Indonesia (BI) melaporkan total transaksi mencapai 12,55 miliar kali, tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 6,05 miliar transaksi.
Dari sisi nominal, nilai transaksi QRIS turut melonjak hingga menembus Rp600,69 triliun, naik dari sekitar Rp579 triliun pada semester I 2025.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa capaian tersebut menegaskan peran penting QRIS dalam mendorong ekonomi digital nasional.
“QRIS menjadi gerbang ekonomi digital sekaligus game changer bagi ekonomi dan keuangan digital nasional,” ujar Filianingsih seperti dikutip dari Antara, Kamis (6/8).
Ia menambahkan bahwa peningkatan volume dan nilai transaksi tersebut mencerminkan kemudahan yang dirasakan masyarakat dalam menggunakan sistem pembayaran digital ini.
“Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS memang mempermudah transaksi pembayaran,” ungkapnya, Senin (10/8).
Jumlah Pengguna dan Merchant Ikut Meningkat
Selain volume transaksi, jumlah pengguna QRIS turut mengalami pertumbuhan. Hingga pertengahan 2026, tercatat sekitar 66 juta pengguna, meningkat dari 57 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun jumlah merchant atau gerai yang melayani pembayaran melalui QRIS bertambah menjadi 44,86 juta. Dari jumlah tersebut, lebih dari 90 persen di antaranya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pertumbuhan ini dinilai memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat maupun pelaku usaha, di antaranya mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai, menekan peredaran uang palsu, serta mempermudah pencatatan transaksi harian bagi UMKM.
Target Akhir Tahun dan Perluasan Kerja Sama
Melihat tren pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia menetapkan target volume transaksi QRIS sebanyak 17 miliar hingga akhir 2026. Dengan realisasi 12,55 miliar transaksi pada semester pertama, capaian tersebut telah melampaui dua pertiga dari target tahunan.
BI juga menargetkan jumlah pengguna QRIS bertambah menjadi 70 juta orang, sementara jumlah merchant ditargetkan mencapai 47 juta hingga akhir tahun.
Guna mengejar target tersebut, Bank Indonesia terus memperluas ekosistem QRIS melalui sejumlah langkah strategis. Di antaranya kolaborasi dengan instansi pemerintah untuk layanan transportasi, pembebasan biaya layanan atau Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0 persen khusus bagi usaha mikro, serta kerja sama dengan 96 bank, 60 lembaga non-bank, dan 4 lembaga penyelenggara transaksi QRIS.
Di sisi lain, perluasan penggunaan QRIS lintas negara juga terus dilakukan. Saat ini, layanan pembayaran digital buatan Indonesia tersebut telah dapat digunakan di sejumlah negara, antara lain Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China, guna mempermudah transaksi bagi wisatawan maupun pelaku usaha lintas negara.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!