Towa News, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan kembali beroperasi normal dalam waktu dekat, seiring proses negosiasi yang masih berjalan dengan Iran. Ia sekaligus melontarkan peringatan keras bahwa Teheran akan menghadapi aksi militer jika kesepakatan tidak berhasil dicapai.
"Selat itu akan segera dibuka - atau mereka akan menerima serangan yang sangat keras, dan kemudian selat itu akan dibuka," kata Presiden Donald Trump seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (4/8).
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News. Ia mengungkapkan bahwa rencana serangan besar-besaran terhadap Iran sebenarnya sudah disiapkan sebelum akhirnya batal dilaksanakan karena Teheran meminta jalur diplomasi dibuka kembali.
"Kami sudah bersiap melakukan serangan yang sangat besar, terbesar sejak Perang Dunia II, lalu mereka menelepon saya dan berkata dengan sangat sopan, 'Tolong, bisakah kita berbicara? Bisakah kita berdiskusi?'... Saya menjawab, 'Ya, kita bisa berbicara. Mari kita selesaikan. Akhirnya, mari kita tuntaskan ini'," ujar Trump.
Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan segan mengambil tindakan tegas apabila Iran memutuskan untuk keluar dari meja perundingan. Ia kembali mengulangi sikapnya bahwa Iran sama sekali tidak diperbolehkan memiliki senjata nuklir.
"Jika mereka mundur lagi, mereka akan dihantam dengan sangat keras. Mereka tahu itu; mereka memahaminya. Saya tidak punya pilihan. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sederhana saja," kata Trump.
Meski demikian, Trump menyampaikan bahwa komunikasi antara pejabat AS dan Iran saat ini berjalan cukup positif, kendati pihak Teheran belum memberikan konfirmasi resmi atas perkembangan tersebut ke publik.
"Satu-satunya hal yang penting adalah tindakan, dan mereka ingin mencapai kesepakatan. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," ujar Trump. "Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, itu akan sangat disayangkan," tambahnya.
Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait pernyataan Trump tersebut.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!