AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran usai Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Tim Towa - Towa News
Rabu, 10 Juni 2026 15:47 WIB
AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran usai Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz
Ilustrasi Perang AS dan Iran (dok.pinterest)

Towa News, Washington, D.C. - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer balasan terhadap Iran setelah sebuah helikopter Apache Angkatan Darat AS ditembak jatuh di kawasan Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi operasi militer tersebut resmi dimulai pada Selasa (9/6/2026) pukul 17.00 waktu Amerika Timur atau Rabu (10/6/2026) pukul 04.00 WIB.

"Pasukan Amerika mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi, sebagai respons terhadap jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS," kata Komando Pusat AS dalam unggahan resmi di platform X, seperti dikutip dari AFP, Rabu (10/6/2026).

Centcom menegaskan bahwa operasi tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. "Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," tambah Centcom dalam pernyataan yang sama.

Helikopter Kedua yang Ditembak Iran

Insiden penembakan Apache terjadi sehari sebelum serangan balasan diluncurkan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dirinya telah mendapat laporan langsung mengenai kejadian tersebut.

"Tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang sangat canggih saat berpatroli di Selat Hormuz," ujar Trump dalam pernyataan resminya, seperti dilaporkan AFP.

Trump menambahkan tidak ada awak yang jatuh korban, namun AS tetap tidak akan tinggal diam. "Amerika Serikat harus membalas serangan ini," tegasnya.

Helikopter Apache ini tercatat sebagai pesawat berawak kedua milik AS yang dikonfirmasi Washington ditembak jatuh oleh Iran dalam rangkaian konflik di Timur Tengah, menyusul hilangnya sebuah pesawat tempur F-15 pada bulan April lalu.

Ledakan Terdengar di Selatan Iran

Tak lama setelah pengumuman serangan balasan AS, sejumlah media Iran melaporkan adanya suara ledakan di pesisir selatan Iran, di kawasan dekat Selat Hormuz. Berdasarkan informasi dari Centcom, sasaran serangan mencakup sistem pertahanan udara dan fasilitas radar Iran di sekitar jalur perairan internasional tersebut.

Dua kru helikopter Apache yang jatuh dikabarkan telah berhasil dievakuasi dengan selamat pada Senin (8/6/2026) malam. Proses penyelamatan melibatkan drone permukaan tanpa awak yang dioperasikan oleh Satuan Tugas 59 dari Armada ke-5 AS yang berbasis di Bahrain.

Ketegangan di Tengah Upaya Damai

Serangan ini terjadi di tengah momen yang sensitif, yakni ketika AS dan Iran tengah dalam proses negosiasi untuk mengakhiri perang regional. Gencatan senjata antara Iran dan Israel sendiri telah berlangsung sejak 8 April lalu, meski sempat terguncang oleh kontak senjata akhir pekan lalu.

Meski baru saja memerintahkan serangan militer, Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai dengan Iran masih dapat tercapai dalam waktu dekat.

"Kita berada di tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat bagus," kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/6/2026). Ia memperkirakan kesepakatan tersebut bisa terwujud dalam "dua atau tiga hari" ke depan. (red)

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi