MEMUAT BERITA...

Australia Ingin Belajar Praktik Dialog Lintas Agama dari Indonesia

Tim Towa - Towa News
Kamis, 16 Juli 2026 10:25 WIB
Australia Ingin Belajar Praktik Dialog Lintas Agama dari Indonesia
Foto: ANTARA/Kuntum Khaira Riswan/amv

Towa News, Jakarta - Pemerintah Australia menaruh perhatian pada pengalaman Indonesia dalam membangun dialog antarumat beragama. Hal itu tampak dari kunjungan Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite, ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (15/7).

Dalam kunjungan tersebut, Thistlethwaite didampingi Pemimpin Australian National Imams Council (ANIC), Imam Shadi Alsuleiman, serta Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. Kehadiran Imam Shadi menjadi bagian dari misi delegasi untuk menyerap cara para imam dan pengelola Masjid Istiqlal menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat.

“Kunjungan saya ke masjid ini bertujuan membangun persahabatan dengan membawa salah satu imam terkemuka Australia ke sini untuk belajar dari imam dan pengelola masjid mengenai pengajaran ajaran Islam, penghormatan, dan persahabatan. Itu merupakan pelajaran bagi kita semua,” kata Thistlethwaite, Rabu (15/7).

Thistlethwaite menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya Canberra memperkuat hubungan dengan Indonesia, termasuk dengan masyarakatnya yang merupakan populasi Muslim terbesar di kawasan Asia. Menurutnya, dialog dan kerja sama antarumat beragama menjadi salah satu jalur penting untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Ia turut mengapresiasi pendekatan Pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam mempromosikan ajaran Islam yang menjunjung toleransi serta membangun relasi lintas budaya dan lintas agama. Apresiasi itu disampaikannya sambil menyinggung keberadaan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral.

“Saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia atas cara yang saling menghargai dalam mengajarkan Islam serta mempromosikan persahabatan lintas budaya dan lintas agama, yang tercermin dengan sempurna melalui Terowongan Silaturahmi,” ujar Thistlethwaite.

Lebih lanjut, Thistlethwaite mengungkapkan bahwa Australia juga tengah berupaya meningkatkan penghormatan antarumat beragama di dalam negerinya, termasuk memperluas keterlibatan dan dialog di antara berbagai komunitas keagamaan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Australia disebutnya telah menunjuk seorang duta besar sekaligus utusan khusus untuk urusan Islam. Duta besar tersebut, kata dia, telah melakukan sejumlah kajian guna mencari langkah terbaik dalam memajukan toleransi beragama serta rasa saling menghormati di Australia.

Thistlethwaite juga menekankan pentingnya komunikasi antara para pemimpin politik Australia dan Indonesia untuk mendorong dialog antaragama di kedua negara.

“Kami juga ingin memastikan bahwa para pemimpin politik kami menjalin komunikasi dengan para pemimpin politik Indonesia guna turut mendorong dialog antaragama. Itulah sebabnya saya membawa seorang imam terkemuka dari Australia pada hari ini sebagai simbol pendekatan yang menjunjung tinggi dialog antaragama,” kata Thistlethwaite.

Kunjungan delegasi Australia ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral tersebut berlangsung pada Rabu (15/7) di Jakarta.

Sumber: antara

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi