Raja Salman Tanggung Biaya Umrah 1.000 Jemaah dari 16 Negara Asia, Indonesia Masuk Daftar

Tim Towa - Towa News
Sabtu, 27 Juni 2026 14:03 WIB
Raja Salman Tanggung Biaya Umrah 1.000 Jemaah dari 16 Negara Asia, Indonesia Masuk Daftar
Ilustrasi Ka'bah (dok.istimewa)

Towa News, Jakarta - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, menyetujui program umrah gratis bagi 1.000 jemaah pria dan wanita dari berbagai negara. Seluruh biaya perjalanan ditanggung langsung dari dana pribadi Raja Salman melalui Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Kunjungan yang dikelola Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi.

Program tersebut akan dilaksanakan dalam empat gelombang sepanjang tahun 1448 Hijriah, sebagaimana dilaporkan Saudi Press Agency pada Rabu (24/6/2026).

Pada gelombang pertama, sebanyak 250 jemaah akan diberangkatkan dari 16 negara kawasan Asia. Indonesia masuk dalam daftar tersebut, bersama Timor Leste, Filipina, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, Singapura, China, Jepang, Korea, Hong Kong, Taiwan, dan Mongolia.

Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi sekaligus penanggung jawab umum program, Abdullatif Al Alsheikh, menyampaikan apresiasi atas perhatian Raja Salman dan Putra Mahkota terhadap umat Islam di berbagai penjuru dunia.

"Program ini mencerminkan komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam memperkuat persaudaraan umat Islam serta membangun jembatan komunikasi dengan para ulama, tokoh agama, dan figur berpengaruh di berbagai komunitas Muslim dunia," ujar Abdullatif Al Alsheikh, Rabu (24/6/2026).

Ia menambahkan, pemerintah Arab Saudi berkomitmen menyediakan berbagai fasilitas agar para jemaah yang diundang dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk selama berada di Tanah Suci.

Sebelumnya, pada musim haji 1447 H/2026 M, Raja Salman juga telah mengundang 42 warga negara Indonesia dan 1.000 warga Palestina untuk menunaikan ibadah haji secara gratis. Kedua program  baik undangan haji maupun umrah merupakan arahan langsung dari Raja Salman serta Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dengan tujuan memperluas akses dan kemudahan beribadah bagi umat Islam dari berbagai negara.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi