Belanda Puji Indonesia sebagai Contoh Penerapan Kebebasan Beragama

Tim Towa - Towa News
Selasa, 07 Juli 2026 15:35 WIB
Belanda Puji Indonesia sebagai Contoh Penerapan Kebebasan Beragama
Gereja Katedral Jakarta (kiri) dan Masjid Istiqlal (kanan) yang berdiri berdampingan dan terhubung lewat Terowongan Silaturahim, simbol kerukunan umat beragama di Indonesia (dok.towa)

Towa News, Jakarta – Pemerintah Kerajaan Belanda menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia yang dinilai berhasil menerapkan kebebasan beragama dan berkeyakinan dalam kehidupan sehari-hari. Penilaian tersebut disampaikan Duta Besar Belanda untuk Tahta Suci sekaligus Utusan Khusus untuk Kebebasan Beragama dan Keyakinan, Paul Bekkers, saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (7/7).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka peresmian NL Corner, fasilitas baru yang menjadi simbol penguatan kerja sama Indonesia dan Belanda di bidang kebebasan berkeyakinan.

“Bagi kami, Indonesia merupakan teladan dalam menerjemahkan kebebasan beragama dan berkeyakinan tersebut ke dalam praktik. Masjid ini juga sangat terbuka dan menyambut semua orang. Hal itu mencerminkan sikap Indonesia,” kata Paul Bekkers seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (7/7).

Dalam kesempatan itu, Bekkers menekankan bahwa dialog antaragama seharusnya tidak berhenti pada komunikasi antarpemuka agama semata, melainkan juga harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas serta menyebarkan pesan perdamaian ke dunia internasional.

“Dalam hal ini, saya percaya Indonesia dapat mengambil peran kepemimpinan, termasuk misalnya di dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), karena Indonesia memiliki peran yang patut menjadi teladan,” ujar Bekkers.

Ia juga menyoroti keberadaan Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Menurutnya, hal itu menjadi simbol konkret keterbukaan dan sikap inklusif Indonesia dalam merawat keberagaman.

Semangat keterbukaan itulah, lanjut Bekkers, yang mendasari kehadiran NL Corner di lingkungan Masjid Istiqlal, sebagai representasi eratnya hubungan bilateral Indonesia-Belanda sekaligus komitmen kedua negara terhadap kebebasan beragama.

Usai dari Istiqlal, Bekkers melanjutkan kunjungan ke Gereja Katedral Jakarta melalui Terowongan Silaturahim. Di sana, ia mendapat penjelasan mengenai praktik toleransi antarumat beragama, termasuk penggunaan area parkir gereja oleh jamaah Muslim saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. Bekkers turut mengetahui bahwa arsitektur Gereja Katedral Jakarta dirancang oleh arsitek asal Belanda.

Bekkers menjelaskan, kunjungannya ke Indonesia yang berlangsung pada 4-11 Juli 2026 bertujuan mempelajari lebih dalam cara Indonesia mengelola isu kebebasan beragama dan berkeyakinan. Ia menyebut isu tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam rencana aksi kerja sama Indonesia-Belanda periode 2026-2029.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi