Dipublish oleh Tim Towa | 26 November 2025, 13:36 WIB
Towa News, Jakarta - Bencana banjir dan tanah longsor melanda empat kabupaten di Sumatera Utara secara bersamaan pada Senin (24/11) dan Selasa (25/11) kemarin. Wilayah yang terdampak meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Hingga Rabu (26/11) pagi, delapan warga dilaporkan tewas, 59 orang mengalami luka-luka, dan ribuan warga terpaksa mengungsi akibat bencana ini.
Data Pusat Pengendalian Operasi BNPB per Rabu pukul 07.00 WIB menyebutkan, hujan lebat yang berlangsung lebih dari dua hari memicu bencana di wilayah Tapanuli Raya tersebut.
Tapanuli Selatan Paling Parah
Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat dampak terburuk dengan delapan korban meninggal dunia, 58 orang luka-luka, dan 2.851 warga mengungsi.
Sebanyak 11 kecamatan terdampak, yakni Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan, dan Angkola Muaratais.
Di Kabupaten Sibolga, banjir melanda lima kelurahan di tiga kecamatan. Air banjir mengalir deras dan menyapu rumah warga, kendaraan, serta infrastruktur lainnya. Material lumpur, batang pohon, puing bangunan, dan sampah ikut terbawa arus.
Longsor juga terjadi di 13 kelurahan yang tersebar di empat kecamatan Sibolga. Satu warga terluka dan telah mendapat penanganan medis. Sedikitnya tiga unit rumah dan satu ruko rusak akibat bencana ini.
Ribuan Rumah Terendam
Di Tapanuli Utara, sebanyak 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan terputus. BPBD setempat merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan-Silantom sebagai akses sementara.
Sementara itu, Tapanuli Tengah mencatat 1.902 unit rumah terendam banjir di sembilan kecamatan, antara lain Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori.
BPBD Tapanuli Tengah bersama tim gabungan telah mendirikan tenda pengungsian dan menyalurkan bantuan sembako kepada korban.
Dipicu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B
BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center Jakarta melaporkan, cuaca ekstrem di Sumut dipicu oleh dua sistem cuaca signifikan pada 25 November 2025.
Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka meningkatkan curah hujan dan kecepatan angin di Sumatera bagian utara.
Bibit Siklon 95B memicu pembentukan awan konvektif di atas Aceh hingga Sumatera Utara sehingga meningkatkan intensitas hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Adapun Siklon Tropis KOTO menarik massa udara basah ke pusat siklon yang memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah barat Indonesia, termasuk Sumut.
BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau dalam 24 jam ke depan pada periode 25-26 November 2025.
Gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter diperkirakan terjadi di Selat Malaka bagian tengah, perairan timur Sumut, dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.
BNPB Imbau Waspada
BNPB terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan darurat.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih dapat berlangsung beberapa hari ke depan.
Warga yang tinggal di lereng perbukitan, bantaran sungai, dan wilayah rawan longsor diminta segera mengungsi ke tempat aman jika hujan lebat terjadi lebih dari satu jam.
BNPB juga mengimbau masyarakat memantau prakiraan cuaca secara berkala dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sumber: BNPB
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB