Bank Indonesia: Sektor Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Dipublish oleh Tim Towa | 18 April 2026, 14:15 WIB

Bagikan:
X
Bank Indonesia: Sektor Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional
(Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

Towa News, Jakarta - Indonesia (BI) menegaskan bahwa sektor pertanian memegang peran strategis dalam menopang ketahanan ekonomi nasional. Penegasan itu mengacu pada temuan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis lembaga tersebut, Sabtu (18/4/2026).

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono mengungkapkan bahwa kinerja dunia usaha pada triwulan I 2026 masih berada di zona ekspansif, meskipun mengalami perlambatan tipis. Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tercatat di angka 10,11 persen, turun dari 10,61 persen yang dibukukan pada triwulan IV 2025.

"Hasil SKDU mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 terjaga," kata Anton, Sabtu (18/4).

Anton menjelaskan, mayoritas sektor lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor yang menonjol meliputi jasa keuangan, pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran.

Terjaganya kinerja usaha itu tak lepas dari lonjakan permintaan masyarakat selama rentetan hari besar keagamaan nasional — mulai dari Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, Ramadhan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, yang berlangsung bersamaan dengan periode musim panen.

Dari sisi operasional, kapasitas produksi terpakai pada triwulan I 2026 meningkat menjadi 73,33 persen, dari 73,15 persen pada periode sebelumnya. Peningkatan ini terutama ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, serta industri pengolahan.

Bank Indonesia juga menilai kondisi keuangan dunia usaha secara umum masih sehat, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses pembiayaan yang dinilai relatif semakin mudah.

Menatap triwulan II 2026, BI memproyeksikan akselerasi kinerja usaha yang lebih kuat. Proyeksi SBT dipatok mencapai 14,80 persen, dengan sektor pertanian sebagai motor penggerak utama seiring berlanjutnya panen komoditas pangan dan tanaman perkebunan.

"Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen," ujar Anton, Sabtu (18/4).

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video