MEMUAT BERITA...

BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima Makan Bergizi Gratis

Tim Towa - Towa News
Jumat, 28 Agustus 2026 13:42 WIB
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima Makan Bergizi Gratis
Kantor BGN (dok.INews)

Towa News, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan sekitar 80 sekolah swasta berkategori elite di seluruh Indonesia tidak lagi masuk daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan pengecualian ini diumumkan langsung oleh Kepala BGN, Sudaryono, saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

"Nah, itu juga beberapa sudah ada apa ya, 80-an sekolah itu se-Indonesia yang kemudian sekolah swasta khususnya, gitu kemudian kita exclude untuk tidak diberikan MBG," kata Sudaryono, Jumat (28/8).

Sejumlah sekolah ternama disebut masuk dalam daftar pengecualian tersebut, di antaranya Sekolah Taruna Nusantara dan Kemala Bhayangkari. Menurut Sudaryono, kedua institusi itu tidak lagi diberi jatah MBG lantaran fasilitas dan kegiatan asrama di sekolah tersebut dinilai sudah mandiri.

Sudaryono menjelaskan, masyarakat dapat memverifikasi status sebuah sekolah lewat sistem yang disebut radar MBG. Caranya cukup dengan memasukkan nama sekolah yang ingin dicek, misalnya Jakarta Intercultural School (JIS), Cikal, Taruna Nusantara, atau Kemala Bhayangkari.

"Misalnya masukkan aja sekolah misalnya JIS atau Cikal atau Taruna Nusantara atau Kemala Taruna Bhayangkari misalnya. Nanti di dalam radar MBG ada keterangan tidak tidak mendapatkan alokasi MBG," ujar Sudaryono seperti, Jumat (28/8).

Jika nama sekolah yang dicari termasuk dalam daftar pengecualian, sistem tersebut akan langsung menampilkan keterangan bahwa sekolah bersangkutan tidak mendapat alokasi program MBG.

Di luar penyisiran sekolah elite, Sudaryono mengungkapkan pihaknya tengah melakukan pembersihan data terhadap sekitar 6 juta penerima MBG yang terindikasi tercatat ganda. Duplikasi data ini antara lain terjadi pada siswa yang secara bersamaan tercatat sebagai pelajar SMP sekaligus santri di pondok pesantren.

"Jadi ada double-double itu semua kita sisir. Itu ada sekitar 6 jutaan, termasuk juga ada beberapa dapur yang kemarin sudah saya umumkan, ada 414 dapur yang ternyata dapurnya belum beroperasi tapi sudah dikirimi duit," jelas Sudaryono, Jumat (28/8).

Sudaryono menambahkan, dana yang telanjur disalurkan ke 414 dapur yang belum beroperasi tersebut telah ditarik kembali oleh BGN. Total dana yang dikembalikan ke kas negara mencapai Rp 311 miliar.

Hingga saat ini, Sudaryono belum memerinci dampak penyisiran sekolah elite maupun data ganda tersebut terhadap besaran anggaran program MBG secara keseluruhan.

Sumber: Detik.com

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi