Dipublish oleh Tim Towa | 25 November 2025, 13:41 WIB
Towa News, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mendesak agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta mitra dan yayasan melibatkan kelompok peternak kecil, petani lokal, UMKM, dan koperasi sebagai pemasok bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Nanik menegaskan pentingnya membuka peluang bagi pelaku usaha skala kecil dalam pengadaan bahan pangan MBG. Menurutnya, program ini tidak boleh hanya dikuasai oleh pengusaha bermodal besar.
"Saya ingatkan kepada SPPG-SPPG, mitra, dan yayasan agar jangan hanya memberi kesempatan kepada mereka yang punya modal besar untuk menjadi pemasok bahan pangan MBG. Kalian juga harus melibatkan petani dan peternak kecil, UMKM, dan koperasi," kata Nanik seperti dikutip dari Antara, Senin (24/11/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Nanik dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Jawa Timur.
Keluhan Petani Soal Hambatan Perizinan
Nanik mengungkapkan bahwa selama kunjungannya ke berbagai wilayah, ia kerap menerima keluhan dari petani, peternak kecil, dan pelaku UMKM. Mereka kesulitan memasok produknya ke dapur MBG karena terhambat masalah perizinan dan legalitas usaha.
"Mereka itu miskin dan enggak punya duit untuk mengurus segala macam. Jadi, tolong jangan persulit mereka dengan aturan harus punya NPWP, SIB, UD, dan lain-lain," ujar Nanik seperti dilaporkan Antara.
Arahan Presiden Prabowo
Nanik menjelaskan bahwa keterlibatan petani kecil, peternak lokal, UMKM, dan koperasi dalam program MBG merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sejak program ini dirancang. Tujuannya adalah menggerakkan perekonomian masyarakat di lapisan bawah hingga ke pelosok daerah.
Sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Antar-kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG, Nanik menekankan bahwa pelibatan pelaku usaha kecil juga dapat membantu menekan laju inflasi. Dengan bertambahnya SPPG yang beroperasi, kebutuhan bahan pangan meningkat sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga.
"Ingat, dalam rapat inflasi awal pekan kemarin, Jombang di peringkat pertama inflasi pangan," kata Nanik dalam laporan Antara.
Ia menegaskan bahwa peningkatan pasokan dari pelaku usaha lokal dapat menstabilkan harga bahan pangan.
Imbauan Berorientasi Kemanusiaan
Di akhir sambutannya, Nanik mengimbau seluruh kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, serta mitra dan yayasan pengelola MBG agar menjalankan program dengan semangat kemanusiaan, bukan semata mengejar keuntungan bisnis.
"Saya berharap anda semua jangan berorientasi bisnis. Saya minta anda juga memiliki nurani kemanusiaan nurani Presiden Prabowo Subianto," ujar mantan wartawan senior tersebut seperti dikutip dari Antara.
Program MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penyediaan makanan bergizi secara gratis bagi masyarakat, khususnya untuk mendukung perbaikan gizi generasi muda Indonesia.
Sumber: Antara
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB