MEMUAT BERITA...

BI Perluas Kerja Sama QRIS, Bidik India, Arab Saudi, dan Hong Kong Usai Sukses di ASEAN

Tim Towa - Towa News
Kamis, 23 Juli 2026 09:52 WIB
BI Perluas Kerja Sama QRIS, Bidik India, Arab Saudi, dan Hong Kong Usai Sukses di ASEAN
Ilustrasi Pembayaran qris (dok.istimewa)

Towa News, Jakarta - Bank Indonesia (BI) terus memperluas jaringan pembayaran digital lintas negara berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Setelah berhasil diterapkan di beberapa negara Asia Tenggara, bank sentral kini menjajaki kerja sama dengan India, Arab Saudi, dan Hong Kong.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa pembahasan dengan India sudah berjalan, sementara diskusi dengan Arab Saudi dan Hong Kong mulai memasuki tahap yang lebih serius.

Menurutnya, penerapan QRIS lintas negara tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat karena setiap negara mitra perlu menyiapkan sejumlah aspek, mulai dari regulasi, infrastruktur sistem pembayaran, kesiapan pelaku industri, hingga koordinasi antarotoritas.

"Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan, karena implementasinya tentu harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, baik kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi dengan otoritasnya," kata Filianingsih dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026).

Rencana ekspansi ini didasari oleh capaian positif transaksi QRIS antarnegara sepanjang triwulan II 2026. BI mencatat nilai transaksi inbound, yaitu transaksi wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia, mencapai Rp1,85 triliun. Sementara transaksi outbound atau transaksi warga Indonesia di luar negeri tercatat sekitar Rp330 miliar.

Dengan demikian, QRIS lintas negara membukukan surplus atau net inbound sebesar Rp1,52 triliun pada periode tersebut.

"Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS antarnegara memang mempermudah transaksi pembayaran lintas negara," ujar Filianingsih.

Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan semakin banyak warga negara lain yang memanfaatkan QRIS saat berkunjung ke Indonesia. Hal ini turut memberi dampak positif bagi perekonomian nasional, khususnya di sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain kinerja QRIS lintas negara, BI juga mencatat pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital domestik selama triwulan II 2026. Volume transaksi pembayaran digital melalui aplikasi mobile dan internet tercatat sebanyak 16,07 miliar transaksi, tumbuh 36,88 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, transaksi QRIS melonjak paling tinggi, yakni 100,12 persen, seiring bertambahnya jumlah pengguna dan merchant.

Di sisi infrastruktur sistem pembayaran, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 1,529 miliar transaksi dengan nilai Rp3.777 triliun, tumbuh 38,09 persen secara tahunan. Sementara transaksi nilai besar melalui BI-RTGS tercatat 2,63 juta transaksi senilai Rp53.492 triliun, atau naik 12,66 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun uang kartal yang diedarkan (UYD) turut tumbuh 14,03 persen secara tahunan menjadi Rp1.315 triliun pada triwulan II 2026.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi