MEMUAT BERITA...

Telkom Ambil Alih Penuh Digiserve, Genjot Kontribusi Bisnis Enterprise Jadi 40 Persen

Tim Towa - Towa News
Senin, 07 September 2026 16:13 WIB
Telkom Ambil Alih Penuh Digiserve, Genjot Kontribusi Bisnis Enterprise Jadi 40 Persen
Telkom indonesia ( Foto: Net)

Towa News, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berencana mengambil alih seluruh saham PT Digital Aplikasi Solusi (Digiserve) yang beredar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perseroan memperkuat lini bisnis business to business (B2B) di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menjelaskan bahwa pengambilalihan penuh tersebut akan mempermudah integrasi Digiserve ke dalam segmen bisnis B2B ICT milik Telkom.

“Digiserve akan menjadi bagian dari segmen B2B ICT Telkom, sehingga pengendalian langsung ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan menghadirkan solusi ICT end-to-end yang lebih terintegrasi,” kata Veranita dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Senin (7/9).

Veranita mengungkapkan, segmen B2B ICT selama ini menjadi bagian dari bisnis enterprise Telkom, yang kontribusinya terhadap total pendapatan perseroan masih berada di kisaran kurang dari 15 persen. Ia menilai angka tersebut belum optimal mengingat permintaan pasar yang terus tumbuh.

“Saat ini bisnis enterprise berkontribusi sekitar kurang dari 15 persen terhadap pendapatan Telkom. Kami melihat level ini adalah masih sub-optimal dan memiliki ruang pertumbuhan yang masih besar seiring dengan demand dari pasar yang terus meningkat,” ujar Veranita seperti dikutip dari ANTARA, Senin (7/9).

Sebagai perbandingan, Veranita menyebut sejumlah perusahaan telekomunikasi global telah mencatatkan kontribusi bisnis enterprise sebesar 20-40 persen terhadap total pendapatan grup mereka. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi acuan sekaligus peluang bagi Telkom untuk memperbesar skala bisnis B2B ICT secara bertahap.

“Di sejumlah perusahaan telekomunikasi global, kontribusi bisnis enterprise telah mencapai 20-40 persen terhadap pendapatan total grup. Ini menjadi benchmark dan menunjukkan peluang bagi Telkom untuk terus meningkatkan skala B2B ICT secara bertahap sebagai salah satu sumber pertumbuhan revenue ke depannya,” kata Veranita dalam laporan ANTARA.

Rencana pengambilalihan ini sebelumnya telah diumumkan secara resmi oleh manajemen Digiserve pada Rabu (2/9). Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa seluruh saham Digiserve akan dialihkan dari pemegang saham lama, yaitu PT Multimedia Nusantara dan Trihono Edhie Laksono, kepada Telkom.

Proses pengambilalihan saham tersebut masih menunggu sejumlah persetujuan korporasi sesuai anggaran dasar dan ketentuan internal, baik dari pihak Digiserve maupun Telkom. Selain itu, transaksi juga bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan dalam perjanjian terkait rencana akuisisi.

Digiserve sebelumnya dikenal sebagai Telkomtelstra, perusahaan patungan antara Telkom dan Telstra Corporation Limited asal Australia. Pada 2021, Telkom Group melalui anak usahanya, PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra), mengakuisisi 49 persen saham milik Telstra di perusahaan tersebut.

Setelah seluruh saham berada sepenuhnya di lingkungan Telkom Group, perusahaan itu kemudian bertransformasi menjadi Digiserve by Telkom Indonesia. Melalui rencana akuisisi terbaru ini, struktur kepemilikan Digiserve akan kembali berubah, dengan menempatkan Telkom sebagai pemegang saham pengendali secara langsung.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi