Towa News, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengimbau masyarakat, terutama warga Jakarta, Banten, dan Lampung, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak akhir pekan lalu. Imbauan tersebut disampaikan Prabowo melalui akun resmi @prabowo dan @presidenrepublikindonesia pada Minggu (6/9).
Dalam pernyataannya, Prabowo meminta masyarakat di sekitar Selat Sunda mengikuti arahan pemerintah dan petugas di lapangan, serta tidak mendekati kawasan gunung yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya. Ia juga mengimbau warga yang terdampak sebaran abu vulkanik untuk mengenakan masker atau pelindung pernapasan dan membatasi aktivitas di luar ruangan bila kondisi udara cukup pekat.
Presiden mengaku terus memantau perkembangan situasi dan menerima laporan terbaru dari berbagai instansi terkait. Ia telah memerintahkan jajaran pemerintah, mulai dari BNPB, BMKG, TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, hingga Kementerian Perhubungan, untuk memastikan kesiapsiagaan berjalan baik dan memberikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tetap tidak boleh lengah. Presiden akan terus memantau perkembangan keadaan dan mengambil setiap keputusan serta langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan melindungi seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo.
Berdasarkan pemantauan Badan Geologi Kementerian ESDM dan sejumlah pemberitaan media nasional, aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memang tengah meningkat dalam beberapa hari terakhir. Gunung api yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan itu telah berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026, setelah indikasi peningkatan aktivitas magma terpantau sejak Juni.
Puncaknya, pada Jumat malam, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh dan fenomena lava fountain atau semburan lava yang mengalir dari kawah. Kolom abu vulkanik dilaporkan sempat mencapai ketinggian sekitar 15 kilometer atau 50.000 kaki di atas permukaan laut dan bergerak ke arah barat, menyebarkan abu ke wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Lampung.
Badan Geologi ESDM kemudian mengonfirmasi bahwa erupsi menerus tersebut resmi berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Meski begitu, erupsi-erupsi terpisah masih tercatat setelahnya, salah satunya pada pukul 07.10 WIB hari yang sama. Status gunung hingga siang hari itu belum diturunkan dari Level III (Siaga), dan otoritas tetap melarang aktivitas warga maupun wisatawan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Terkait dampak abu vulkanik, Prabowo secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan bagi warga di wilayah terdampak. Ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan saat kondisi abu cukup pekat dan mengikuti petunjuk petugas kesehatan serta pemerintah daerah setempat.
Prabowo juga mengajak masyarakat bersama-sama mendoakan keselamatan seluruh rakyat Indonesia, khususnya warga di sekitar Gunung Anak Krakatau dan kawasan Selat Sunda, serta masyarakat di berbagai daerah lain yang tengah menghadapi bencana.
"Semoga diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi setiap ujian. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia," ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas terkait belum melaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat rangkaian erupsi tersebut. Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, dan BNPB untuk perkembangan terbaru.
(Sumber: Siaran Pers Bakom RI, Badan Geologi Kementerian ESDM, dan pemberitaan media nasional)
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!