Dipublish oleh Tim Towa | 21 November 2025, 13:32 WIB
Towa News, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) membuka peluang kerja dalam jumlah besar untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 190 ribu tenaga lapangan akan dibutuhkan guna mendata pelaku usaha di seluruh Indonesia pada Juni hingga Juli 2026 mendatang.
Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyatakan kegiatan pendataan nasional yang dilaksanakan setiap satu dekade ini akan dimulai Januari 2026. Adapun pembukaan rekrutmen dijadwalkan pada Februari 2026.
"Kami butuh 190 ribu petugas di lapangan, bisa dari mahasiswa, dosen, akademisi silahkan bergabung karena ini sifatnya padat karya se-Indonesia. Bayaran tergantung jumlah responden yang mereka kumpulkan, kemungkinan bisa Rp 3-5 juta per bulan," kata Sonny seperti dikutip dari Antara, Jumat (21/11/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi kelompok sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Pekanbaru pada Jumat pekan lalu.
Sonny menjelaskan pentingnya kegiatan sensus ekonomi untuk mencatat keseluruhan unit usaha, dari level rumah tangga sampai korporasi besar. Menurutnya, dinamika struktur perekonomian dalam kurun waktu 10 tahun mengalami perubahan cukup besar sehingga memerlukan pembaruan data menyeluruh sebagai fondasi kebijakan pemerintah.
Pihaknya mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, termasuk Provinsi Riau yang memiliki basis pelaku ekonomi kuat sebagai sentra perekonomian terbesar kedua di Pulau Sumatera.
Dukungan Pemerintah Daerah
Sonny mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Riau yang telah menyiapkan berbagai dukungan untuk mensukseskan program nasional ini.
"Terima kasih dukungan Pemprov Riau. Pak Gubernur sudah mengundang pemangku kepentingan seperti pelaku usaha dan akademisi untuk hadir mendukung sensus ekonomi pada Juni–Juli 2026," ujarnya.
Kegiatan sensus akan menjangkau seluruh pelaku usaha baik sektor formal maupun informal sebagai landasan perumusan strategi pembangunan nasional. Dengan jangkauan yang luas, partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha menjadi krusial demi keakuratan dan representasi data yang dikumpulkan.
BPS mengharapkan rekrutmen ribuan tenaga lapangan ini tidak hanya memberi peluang pekerjaan, namun juga berkontribusi dalam penguatan database perekonomian nasional.
Fokus pada Kualitas Data
Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung proyek pendataan ekonomi skala nasional ini. Dia memastikan pemprov akan menyediakan data akurat dan mendorong keterlibatan aktif perusahaan di wilayahnya.
"Ini akan menjadi pedoman 10 tahun ke depan sebagai bahan masukan bagi Pemprov Riau. Kita mendukung bagaimana perusahaan kita kerja sama, kalau tidak mau kita surati dan lakukan pendekatan," kata Hariyanto dalam kesempatan yang sama.
Dia menambahkan sensus ekonomi merupakan instrumen vital dalam merumuskan kebijakan fiskal, perencanaan investasi, hingga strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Oleh karena itu, kolaborasi antara petugas lapangan dan koordinasi lintas lembaga menjadi faktor penentu keberhasilan pendataan.
Melalui rekrutmen masif ini, BPS menargetkan Sensus Ekonomi 2026 dapat terlaksana dengan optimal dan menghasilkan data berkualitas tinggi untuk mendukung pembangunan nasional jangka panjang.
Sumber: Liputan 6
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB