Buku "Presiden Solusi" Dokumentasikan 108 Capaian Prabowo dalam 18 Bulan Pemerintahan

Tim Towa - Towa News
Selasa, 09 Juni 2026 14:17 WIB
Buku "Presiden Solusi" Dokumentasikan 108 Capaian Prabowo dalam 18 Bulan Pemerintahan
(dok.istimewa)

Towa News, Jakarta - Pemerintah merilis buku berjudul Presiden Solusi yang mendokumentasikan 108 persoalan masyarakat beserta penanganannya selama 18 bulan masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Buku tersebut diluncurkan di Jakarta pada Senin (8/6/2026).

Buku ini ditulis oleh tiga pejabat pemerintah, yakni Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis Agung Gumilar Saputra.

Cakupan isinya meliputi bidang pangan, energi, pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia (SDM), mulai dari persoalan kelangkaan LPG hingga keterbatasan akses pupuk bagi petani.

Qodari menyebut buku ini sebagai catatan perjalanan transformasi bangsa di bawah kepemimpinan Prabowo. Ia juga menegaskan bahwa jumlah solusi yang tercatat masih akan terus bertambah seiring berjalannya pemerintahan.

"Solusi-solusi ini ada 108, nanti terus akan bertambah. Karena ini kan baru sekitar 1,5 tahun masa jabatan Presiden Prabowo, kita sangat yakin bahwa ini akan terus bertambah," kata Qodari, Senin (8/6/2026).

Sementara itu, Dirgayuza mengungkapkan bahwa penyusunan buku berawal dari upaya memetakan seluruh kebijakan dan langkah penyelesaian masalah yang telah ditempuh pemerintah sejak awal periode jabatan.

Ia menilai, salah satu ciri khas kepemimpinan Prabowo adalah orientasi pada kecepatan dalam merealisasikan solusi, mengingat kebutuhan masyarakat tidak bisa menunggu.

"Rakyat membutuhkan makan hari ini, rakyat membutuhkan pupuk hari ini, rakyat membutuhkan kemudahan hari ini juga. Sekolah-sekolah perlu di-deliver secepat mungkin," ujar Dirgayuza, Senin (8/6/2026).

Mengenai pilihan format buku, Dirgayuza menjelaskan bahwa medium tersebut dipilih karena luasnya cakupan inovasi kebijakan yang sulit dirangkum secara menyeluruh melalui kanal media sosial. Ia bahkan menyebut sebagian kalangan di lingkungan kabinet pun disinyalir belum sepenuhnya mengikuti seluruh langkah yang telah diambil presiden.

Buku ini dirancang dengan bahasa yang lugas dan mudah dicerna masyarakat umum, tanpa memuat teori-teori kebijakan publik. Setiap persoalan disajikan dengan pendekatan before-after disertai data statistik pendukung.

"Ini bukan buku kebijakan publik. Tidak ada teori-teori di sini. Langsung apa yang dipermasalahkan dan apa yang disolusikan oleh Presiden satu per satu," kata Dirgayuza.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi