Towa News, Manila - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menegaskan pentingnya kerja sama kolektif negara-negara kawasan untuk menghadapi dinamika strategis yang semakin kompleks di Indo-Pasifik. Pernyataan itu disampaikan dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri East Asia Summit (EAS) ke-16 yang berlangsung di Manila, Filipina, Kamis (23/7).
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menekankan bahwa EAS harus tetap difungsikan sebagai wadah dialog antarnegara, sekaligus sarana membangun kepercayaan dan memperkuat kerja sama nyata di kawasan.
“Kawasan ini butuh kemampuan kita untuk terus bekerja sama di tengah dinamika strategis yang semakin kompleks,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono seperti dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Luar Negeri RI, @menluri, Kamis (23/7).
Ia menambahkan bahwa Sentralitas ASEAN harus menjadi jangkar utama agar kawasan Indo-Pasifik tetap terjaga stabilitas, perdamaian, dan resiliensinya.
Selain menegaskan pentingnya EAS sebagai forum dialog, Sugiono juga mendorong penguatan peran strategis lembaga tersebut. Ia menilai EAS perlu terus beradaptasi agar semakin relevan dan responsif dalam menjawab berbagai tantangan yang berkembang di kawasan.
Pertemuan Menteri Luar Negeri EAS ke-16 ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan tingkat menteri luar negeri yang digelar di Manila, yang turut membahas perkembangan geopolitik dan kerja sama multilateral di kawasan Asia Timur dan Indo-Pasifik.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!