Dipublish oleh Tim Towa | 10 Desember 2025, 21:19 WIB
Towa News, Jakarta - Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu (10/12/2025) malam setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Kedatangannya tercatat sekitar pukul 20.15 WIB.
Penangkapan Ardito dikonfirmasi oleh pihak KPK. "Benar Bupati Lampung tengah diamankan," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu malam.
Saat tiba di kantor KPK, Ardito tampak mengenakan topi putih, jaket bermotif loreng, dan membawa koper biru. Dia menyatakan tidak melarikan diri dan tetap berada di kediaman sebelum diamankan petugas. "(Saya) di rumah aja," kata Ardito kepada wartawan di lokasi seperti dikutip dari Tirto.id.
Ardito terlihat dalam kondisi sehat dan sesekali tersenyum kepada awak media yang meliput kedatangannya. Setelah itu, ia langsung menuju lantai dua gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.
Dugaan Suap Proyek dan RAPBD
Menurut informasi yang berkembang, penangkapan Ardito berkaitan dengan dugaan suap terkait proyek pembangunan. Fitroh Rohcahyanto menyebutkan bahwa Bupati Lampung Tengah ini ditangkap menyangkut kasus dugaan suap proyek.
Sumber lain menyebutkan penangkapan ini terkait dugaan suap dalam pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).
Pihak Lain Turut Diamankan
KPK mengamankan sejumlah pihak lain bersama Ardito dalam operasi ini. Berdasarkan informasi yang diterima, salah satunya adalah anggota DPRD Lampung Tengah. Namun, KPK belum merilis secara detail identitas para pihak tersebut beserta barang bukti yang disita.
Saat tiba di KPK, Ardito terlihat sendirian, sementara posisi dan kondisi pihak-pihak lain yang terjaring belum ada keterangan pasti dari lembaga antikorupsi.
Tenggat Penetapan Status Hukum
Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam sejak penangkapan untuk menetapkan status hukum Ardito Wijaya dan pihak-pihak lain yang terjaring OTT.
Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK
Penangkapan Ardito Wijaya menambah daftar kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan KPK sepanjang 2025. Sebelumnya, KPK telah menangkap Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko dan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam operasi serupa.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Produksi Beras Januari 2026 Tumbuh 38,56 Persen, Capai...
Towa News | 03 Maret 2026, 11.22 WIB
Kejagung Sita Puluhan Aset Tanah dan Pabrik Sawit...
Towa News | 03 Maret 2026, 10.59 WIB
WNI di Timur Tengah Diminta Waspada, Kemlu RI...
Towa News | 01 Maret 2026, 21.17 WIB
Prabowo Siap ke Teheran, Indonesia Ambil Peran Mediasi...
Towa News | 01 Maret 2026, 02.05 WIB
PDIP Seolah Bongkar Anggaran MBG, Kawendra Gerindra: Ahh...
Towa News | 27 Februari 2026, 16.04 WIB