Dipublish oleh Tim Towa | 08 Januari 2026, 13:27 WIB
Towa News, Jakarta - Pemerintah Kamboja menangkap Chen Zhi, buronan kasus dugaan penipuan mata uang kripto berskala internasional, pada Rabu (7/1/2026). Taipan yang juga ketua Prince Holding Group Kamboja tersebut langsung diekstradisi ke China setelah diburu selama berbulan-bulan.
Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan penangkapan Chen Zhi beserta dua warga negara China lainnya merupakan hasil penyelidikan panjang atas permintaan otoritas China, seperti dilaporkan AP News, Kamis (8/1/2026). Kewarganegaraan ganda Chen di Kamboja telah dicabut pada Desember 2025.
Chen dituduh memimpin jaringan kriminal transnasional yang merugikan korban di berbagai negara. Departemen Keuangan Amerika Serikat dan Kantor Luar Negeri Inggris pada Oktober 2025 menuduhnya sebagai kepala sindikat yang tidak hanya menipu korban secara global, tetapi juga mengeksploitasi pekerja yang diperdagangkan.
Menurut laporan BBC, Departemen Kehakiman AS sebelumnya mendakwa Chen atas tuduhan menjalankan jaringan penipuan di Kamboja yang mencuri miliaran mata uang kripto dari korban di seluruh dunia. Departemen Keuangan AS bahkan menyita bitcoin senilai US$14 miliar atau setara Rp232 triliun yang diduga terkait dengannya. Penyitaan ini disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah mata uang kripto.
Pusat-pusat penipuan semacam ini berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara dengan modus membujuk korban bergabung dalam skema investasi palsu. Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan memperkirakan kerugian global akibat penipuan serupa mencapai $18 miliar hingga $37 miliar sepanjang 2023.
Chen memulai kariernya dari perusahaan gim internet kecil di Provinsi Fujian, China tenggara, sebelum pindah ke Kamboja sekitar akhir 2010 atau 2011. Ia kemudian memasuki sektor properti yang tengah mengalami lonjakan investasi dari China, sebagian besar didorong oleh Inisiatif Sabuk dan Jalan pimpinan Xi Jinping.
Perusahaan miliknya, Cambodian Prince Group, sebelumnya menggambarkan Chen sebagai pengusaha terpandang dan filantropis ternama yang berhasil mengubah Prince Group menjadi konglomerat bisnis terkemuka di Kamboja dengan standar internasional.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
KBRI Paramaribo Gelar Workshop Kolaborasi Tari dan Musik...
Towa News | 09 Januari 2026, 10.19 WIB
Presiden Interim Venezuela Tegaskan Tak Akan Tunduk pada...
Towa News | 09 Januari 2026, 09.07 WIB
Trump Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional, Termasuk...
Towa News | 08 Januari 2026, 09.46 WIB
Trump Klaim Venezuela Serahkan 30-50 Juta Barel Minyak...
Towa News | 07 Januari 2026, 10.45 WIB
Denda Rp 8 Juta Bagi Pelanggar Buang Ludah...
Towa News | 02 Januari 2026, 11.14 WIB