Dipublish oleh Tim Towa | 16 Desember 2025, 10:55 WIB
Towa News, Jakarta - Program pemeriksaan kesehatan gratis yang diinisiasi pemerintah telah menjangkau 65 juta masyarakat Indonesia. Angka ini diperkirakan akan mencapai 70 juta pada akhir tahun 2025.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan pencapaian tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin (15/12/2025). Ia juga melaporkan upaya pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah yang terkena dampak bencana.
"Untuk cek kesehatan gratis sekarang sudah menembus angka 65 juta Pak. Diharapkan di akhir tahun mungkin bisa menyentuh angka 70 juta," kata Menteri Kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, penyakit yang paling sering ditemukan meliputi kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan kesehatan gigi, serta diabetes. Kementerian Kesehatan menegaskan akan memprioritaskan penanganan penyakit berisiko tinggi penyebab kematian. Ke depan, program pemeriksaan gratis ini akan diperluas ke lingkungan kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta.
Pembangunan Rumah Sakit Baru
Menkes juga menyampaikan progres pembangunan 22 rumah sakit program Quick Win yang ditargetkan rampung bertahap pada akhir 2025 hingga awal 2026. Dua rumah sakit telah siap diresmikan, yakni di Terempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, dan di Bengkulu Tengah.
"Jadi Terempa ini di Anambas, Kepulauan Riau, di bawahnya Natuna Pak. Ini 100 kamar, semua standarnya Bapak 100 kamar. Di halaman selanjutnya, ini di Bengkulu Tengah, ini juga 100 kamar dan bagus, mereka siap diresmikan oleh Bapak anytime Bapak bersedia," ungkap Menkes.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga medis spesialis, pemerintah telah menjalankan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit di enam lokasi. Program ini akan terus dikembangkan mengingat 56 persen rumah sakit milik pemerintah belum memiliki dokter spesialis lengkap, dan seluruhnya tidak memiliki dokter spesialis jantung.
Pemulihan Fasilitas Kesehatan Terdampak Bencana
Di wilayah Sumatra yang terdampak bencana, seluruh rumah sakit telah kembali beroperasi secara bertahap. Pemulihan juga menyasar puskesmas untuk melayani masyarakat dan pengungsi.
"Dari hampir 1.000 puskesmas, itu sekitar 500-an terdampak, 414 sudah beroperasi," kata Menteri Kesehatan dalam laporannya.
Menkes juga menyatakan kesiapan pengiriman relawan tenaga kesehatan ke daerah bencana. Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Bagus ini, luar biasa. Terima kasih juga ke semua perguruan tinggi yang mengirim dokter-dokter dan tenaga kesehatan sukarela. Kemudian juga organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ngirim. Terima kasih," ujar Presiden.
Program cek kesehatan gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto yang bertujuan mendeteksi dini penyakit di masyarakat. Dengan pencapaian 65 juta peserta dalam waktu singkat, program ini diharapkan dapat menekan angka kematian akibat penyakit yang dapat dicegah melalui deteksi dan penanganan sejak dini.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Menkes: 62 Kasus Super Flu di Indonesia, Risiko...
Towa News | 08 Januari 2026, 09.06 WIB
Menkes: 600 Tenaga Kesehatan Siap Dikirim ke Lokasi...
Towa News | 16 Desember 2025, 11.04 WIB
BPOM Blokir Ribuan Akun Penjual Obat Ilegal di...
Towa News | 20 November 2025, 13.12 WIB
Prabowo Resmikan Rumah Sakit Jantung Kerja Sama Indonesia-UEA...
Towa News | 19 November 2025, 12.06 WIB
Wamenkes: Dua Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan...
Towa News | 30 Oktober 2025, 15.04 WIB