Dipublish oleh Tim Towa | 16 Desember 2025, 11:04 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan kesiapan pengiriman 600 tenaga kesehatan (nakes) ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dari jumlah tersebut, 450 orang sudah siap diberangkatkan dalam minggu ini sebagai batch pertama.
Ratusan tenaga kesehatan yang akan dikirim terdiri dari dokter, dokter spesialis, dokter magang (co-ass), dan perawat. Mereka dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para penyintas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatra.
"Kita batch pertama akan memberangkatkan 600 orang, 450 orang sudah siap untuk diberangkatkan minggu ini," kata Budi Gunadi Sadikin kepada Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (15/12/2025).
Menteri Kesehatan mengusulkan agar Presiden melakukan pelepasan simbolis (flag-off) terhadap para relawan nakes. Ia juga mengajukan rencana pengangkutan mereka menggunakan pesawat Hercules TNI AU dari Halim Perdanakusuma.
Pengiriman tenaga kesehatan dari luar daerah terdampak ini dilakukan karena banyak dokter dan nakes lokal di Sumatra yang turut menjadi korban bencana. Kondisi tersebut menyebabkan layanan kesehatan di wilayah bencana mengalami gangguan.
Tim medis akan bertugas selama kurang lebih tiga bulan di rumah sakit, puskesmas, dan rumah sakit lapangan. Namun, Kementerian Kesehatan akan melakukan rotasi setiap dua minggu untuk mencegah kelelahan yang dapat menurunkan kualitas pelayanan.
Kebijakan pengiriman nakes ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden saat rapat koordinasi di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, pada 7 Desember 2025.
Ketika Presiden menanyakan asal para tenaga kesehatan, Menkes menjelaskan bahwa rekrutmen dibuka untuk seluruh Indonesia melalui berbagai pihak.
"Sumbernya dari seluruh Indonesia, kami buka rekrutmen, Pak. Jadi, misalnya ada organisasi profesi, ada Fakultas Kedokteran UGM, ada Fakultas Kedokteran UI, ada Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, kami buka, Pak. Kami ada database relawan," jelas Budi seperti dikutip dari Antara.
Menteri Kesehatan menambahkan, pendaftaran relawan mendapat respons positif bukan hanya dari dokter magang, tetapi juga dokter umum hingga dokter spesialis yang bersedia mengorbankan pendapatan mereka untuk misi kemanusiaan ini.
Selain persoalan pengiriman relawan, Menteri Kesehatan juga melaporkan perluasan program pendidikan dokter spesialis yang berbasis di rumah sakit guna mengatasi kekurangan tenaga medis spesialis di Indonesia. Program yang saat ini telah berjalan di enam rumah sakit tersebut akan terus dikembangkan.
Langkah ini diambil mengingat masih banyak rumah sakit yang belum memiliki tenaga dokter spesialis secara lengkap. Menteri Kesehatan menjelaskan kondisi keterbatasan tenaga spesialis di sejumlah rumah sakit yang ada.
"Karena rumah sakit Bapak yang tadi Pak, 56 persen itu spesialisnya tidak lengkap, dan 100 persen dokter jantungnya tidak ada," kata Menteri Kesehatan seperti dikutip dari BPMI Setpres.
Selain persoalan tenaga medis, Menteri Kesehatan juga menyampaikan perkembangan pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana Sumatra. Seluruh rumah sakit yang sempat terdampak dilaporkan telah kembali beroperasi secara bertahap.
Proses pemulihan tidak hanya difokuskan pada rumah sakit, tetapi juga fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Dari hampir 1.000 puskesmas yang ada, sekitar 500 unit mengalami dampak bencana.
"Dari hampir 1.000 puskesmas, itu sekitar 500-an terdampak, 414 sudah beroperasi," ujar Menteri Kesehatan.
Menteri Kesehatan juga menyampaikan kesiapan pengiriman relawan tenaga kesehatan menuju wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan pascabencana. Upaya ini mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto.
Presiden memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang turut membantu, termasuk perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan yang mengirimkan tenaga kesehatan sukarela ke lokasi bencana.
"Bagus ini, luar biasa. Terima kasih juga ke semua perguruan tinggi yang mengirim dokter-dokter dan tenaga kesehatan sukarela. Kemudian juga organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ngirim. Terima kasih," ucap Presiden Prabowo Subianto.
Pengiriman ratusan tenaga kesehatan ini diharapkan dapat membantu pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana dan meringankan beban nakes lokal yang turut menjadi korban. Kementerian Kesehatan terus berkomitmen memastikan masyarakat di daerah bencana mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Menkes: 62 Kasus Super Flu di Indonesia, Risiko...
Towa News | 08 Januari 2026, 09.06 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jangkau 65 Juta Warga, Target...
Towa News | 16 Desember 2025, 10.55 WIB
BPOM Blokir Ribuan Akun Penjual Obat Ilegal di...
Towa News | 20 November 2025, 13.12 WIB
Prabowo Resmikan Rumah Sakit Jantung Kerja Sama Indonesia-UEA...
Towa News | 19 November 2025, 12.06 WIB
Wamenkes: Dua Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan...
Towa News | 30 Oktober 2025, 15.04 WIB