MEMUAT BERITA...

Direktur FBI Kash Patel Serahkan Artefak Budaya RI yang Diselundupkan ke AS, Ditemui Langsung Presiden Prabowo

Tim Towa - Towa News
Kamis, 23 Juli 2026 10:32 WIB
Direktur FBI Kash Patel Serahkan Artefak Budaya RI yang Diselundupkan ke AS, Ditemui Langsung Presiden Prabowo
(Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Towa News, Jakarta - Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, menyerahkan sejumlah artefak budaya Indonesia yang sebelumnya diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat. Penyerahan dilakukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kehormatan di kediaman Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M Herindra, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa kunjungan Patel tidak hanya bersifat pertemuan persahabatan, tetapi juga menjadi momentum resmi penyerahan artefak hasil kerja sama repatriasi antara Kementerian Kebudayaan RI dan FBI.

“Di samping tentu saja ada pembicaraan sebagai teman, dan juga secara ofisial beliau juga membawakan artefak budaya yang merupakan kerja sama dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI, yaitu pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Kamis (23/7/2026).

Fadli menambahkan, artefak-artefak tersebut telah melalui proses penelusuran asal-usul atau provenance research sebelum akhirnya dipastikan keasliannya dan dikembalikan ke Indonesia.

“Dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul, maka benda-benda itu kemudian dikembalikan dan dibawa langsung oleh Bapak Kash Patel kepada Pak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Fadli Zon dalam laporan DetikNews.

Berasal dari Papua, Warisan Suku Dani, Asmat, dan Danau Sentani

Fadli mengungkapkan, benda-benda budaya yang dikembalikan berasal dari wilayah Papua, tepatnya merupakan peninggalan masyarakat suku Dani, suku Asmat, dan komunitas di kawasan Danau Sentani. Ia menilai artefak tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi Indonesia.

“Saya kira ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan upaya kita untuk memulihkan kedaulatan budaya kita,” lanjut Fadli Zon.

Fadli menyebut kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan FBI dalam pemulangan benda-benda budaya bukan hal baru. Menurutnya, lembaga penegak hukum AS itu telah beberapa kali membantu proses pengembalian artefak Indonesia yang sempat dicuri, termasuk berbagai arca perunggu dan benda purbakala dari sejumlah situs bersejarah di Tanah Air.

“Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait dengan repatriasi, restitusi benda-benda budaya ini ke depannya akan semakin kuat, didukung juga oleh Sekneg dan juga Kementerian Luar Negeri,” tutur Fadli Zon, Kamis (23/7/2026).

Ia menegaskan bahwa pengembalian artefak ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memulihkan kedaulatan budaya nasional. Ke depan, artefak-artefak tersebut rencananya akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat diakses dan dilihat langsung oleh masyarakat.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi