Dipublish oleh Tim Towa | 16 Maret 2026, 21:25 WIB
Towa News, Jakarta - Komisi III DPR RI meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggung seluruh biaya pengobatan dan pemulihan Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Permintaan itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dalam konferensi pers usai rapat khusus di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (16/3/2026).
"Komisi III DPR RI meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menjamin seluruh biaya pengobatan terkait dan pemulihan kesehatan Saudara Andrie Yunus," ujar Habiburokhman, Senin (16/3/2026).
Komisi III juga meminta Polri dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) saling berkoordinasi guna memberikan perlindungan khusus bagi Andrie, keluarganya, serta seluruh jajaran KontraS demi mencegah serangan susulan.
"Komisi III DPR RI meminta Polri dan LPSK untuk berkoordinasi dan memberikan perlindungan khusus bagi Saudara Andrie Yunus beserta keluarga dan organisasinya agar tidak terjadi kekerasan lanjutan," ucap Habiburokhman, Senin (16/3/2026).
Komisi III pun berkomitmen mengawal proses hukum kasus ini melalui rapat kerja dan rapat dengar pendapat secara berkala bersama aparat penegak hukum.
"Komisi III DPR RI akan terus mengawal penanganan kasus penyerangan air keras terhadap Saudara Andrie Yunus untuk memastikan ditegakkannya hukum, kebenaran, dan keadilan," kata Habiburokhman.
Kronologi Kejadian
Andrie Yunus diserang dua orang tak dikenal saat dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara siniar bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan bahwa kedua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor yang diduga jenis Honda Beat, lalu mendekati korban dari arah berlawanan di Jalan Talang, Jakarta Pusat.
"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," ungkap Dimas seperti di kutip dari Situs DPR RI, Sabtu (13/3/2026).
Berdasarkan pemeriksaan medis, Andrie mengalami luka bakar sebesar 24 persen di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata. Ia langsung dibawa ke rumah sakit sesaat setelah kejadian berlangsung.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
BNPB Serahkan 104 Hunian Tetap Lengkap Perabot di...
Towa News | 16 Maret 2026, 21.57 WIB
Prabowo: MBG Jadi Stimulus Ekonomi Akar Rumput, Targetkan...
Towa News | 16 Maret 2026, 21.13 WIB
Banyak Vila Ilegal, BEM SI Nilai Pemda NTB...
Towa News | 16 Maret 2026, 20.44 WIB
Anwar Usman Pamit di Sidang Terakhir MK, Minta...
Towa News | 16 Maret 2026, 19.21 WIB
Indonesia Resmi Teken Kontrak Pembelian Rudal Supersonik BrahMos...
Towa News | 13 Maret 2026, 14.33 WIB