Dipublish oleh Tim Towa | 22 Januari 2026, 14:46 WIB
Towa News, Jakarta - Jalur penghubung Banda Aceh-Medan yang sempat terputus akibat banjir bandang pada akhir November 2025 kini telah kembali berfungsi. Pemulihan konektivitas tersebut ditandai dengan selesainya pembangunan dua jembatan darurat di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama PT Krueng Meuh menyelesaikan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Bireuen sepanjang lebih dari 60 meter hanya dalam 18 hari kerja. Proses konstruksi didukung oleh 33 personel Zeni Kodam Iskandar Muda yang bekerja tanpa henti.
Jembatan berkapasitas 30 ton ini kini telah melayani berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor hingga truk pengangkut logistik. Keberadaan infrastruktur baru tersebut mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat Bireuen dan daerah sekitarnya melalui pembukaan kembali akses pasar antardaerah serta kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.
"Percepatan pemulihan dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab perseroan dalam menjalankan penugasan negara," ujar Direktur Utama Adhi Karya Moeharmein Zein Chaniago seperti dilansir DetikFinance, Rabu (22/1/2026).
Zein menegaskan bahwa ketersediaan akses infrastruktur menjadi fondasi utama dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, ketika jalan dan jembatan dapat digunakan kembali, penyaluran bantuan, kegiatan ekonomi, serta layanan publik dapat berjalan secara bersamaan.
Di lokasi terpisah, Jembatan Krueng Meureudu yang menghubungkan jalur timur Aceh di Pidie Jaya telah rampung dikerjakan pada 12 Desember 2025. Infrastruktur ini turut mengembalikan fungsi jalur transportasi yang sempat lumpuh.
Adhi Karya juga menggerakkan sejumlah alat berat ke berbagai titik kritis di Provinsi Aceh sejak akhir November tahun lalu. Excavator dan dump truck dikirim ke Aceh Tamiang, jalur Blangkejeren-Kutacane, Bireuen-Takengon, hingga Pidie untuk membersihkan material longsor dan mempersiapkan lahan bagi infrastruktur darurat.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mengerahkan sekitar 1.400 personel serta 1.854 unit alat berat guna mendukung pemulihan konektivitas pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Upaya itu difokuskan pada pembukaan akses transportasi dan pengamanan alur sungai, dengan dukungan alat berat serta koordinasi lintas sektor agar penanganan berjalan cepat dan efektif," kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo seperti dikutip DetikFinance.
Menteri Dody menyatakan percepatan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah pascabencana untuk memastikan seluruh wilayah terdampak tetap terhubung dengan akses layanan dan distribusi logistik.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB