Dipublish oleh Tim Towa | 30 Desember 2025, 13:13 WIB
Towa News, Jakarta - Program Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir satu semester menunjukkan perkembangan positif pada siswa, baik dari sisi kesehatan fisik, psikososial, maupun prestasi akademik.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh menyatakan bahwa evaluasi komprehensif terhadap tiga aspek utama tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan program. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi siswa saat pertama masuk dengan kondisi setelah satu semester pembelajaran.
"Waktu masuk dulu seperti apa, berat badan, tinggi badan hingga tingkat kesehatan dan kebugarannya. Setelah satu semester apa yang berubah. Before and after dari sisi kesehatan dan kebugaran," kata M. Nuh seperti dikutip dari DetikNews, Selasa (30/12/2025).
Dalam aspek psikososial dan talenta, setiap siswa memiliki pemetaan potensi yang menjadi dasar pendekatan pembelajaran. Program ini tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, melainkan juga pengembangan keunikan setiap anak.
"Setiap anak punya kartu yang namanya talenta. Berangkat dari talenta inilah sebenarnya yang ingin kita kembangkan. Tidak hanya aspek akademiknya semata," jelas M. Nuh dalam keterangan tertulis.
Salah satu kisah sukses datang dari siswa bernama Azril dari SRMA 13 Bekasi. Awalnya, Azril belum mampu membaca dan menulis karena kondisi tertentu. Namun, melalui pendekatan berbasis talenta dan motivasi, kemampuannya berkembang pesat hingga berhasil meraih peringkat tiga di kelasnya.
"Dia tadinya tidak bisa baca-tulis karena kondisi tertentu. Tapi dengan dengan peta talenta, kita ketahui peta talentanya punya semangat yang kuat. Maka Alhamdulillah dengan pendekatan yang tepat akhirnya di bisa membaca dan menulis, bahkan ranking tiga di kelasnya," ungkap M. Nuh dalam laporan DetikNews.
Hasil evaluasi menyeluruh program ini dijadwalkan dirilis pada Januari 2026. Penilaian tidak hanya menggunakan parameter konvensional, tetapi juga mengukur dampak sosial melalui Social Return on Investment (SROI).
"Sekolah Rakyat bukan profit oriented, tapi investasi sosial, maka yang kita ukur adalah SROI-nya berapa. Sehingga dari situ tidak hanya diukur dari jumlah lulusannya berapa. Tetapi nilai sosial berapa yang bisa kita telurkan dari Sekolah Rakyat itu," jelasnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Sekolah Rakyat di 166 daerah yang berjalan baik, meski masih ada beberapa perbaikan di tahap awal.
"Alhamdulillah secara umum penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini bisa terselenggara dengan baik. Hari ini kita lihat bagaimana proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat mulai menampakkan hasil-hasilnya," kata Gus Ipul seperti dilansir DetikNews.
Ia mengaku terharu melihat munculnya bakat dan potensi dari para siswa Sekolah Rakyat yang tidak melalui tes akademik saat pendaftaran. Siswa menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemetaan talenta menggunakan teknologi DNA Talent berbasis kecerdasan buatan untuk mengenali minat dan potensi mereka.
"Dari situ kita bisa mengetahui dan sekaligus nanti membimbing serta mengarahkan sebaiknya mereka nanti berprofesi di bidang apa," ucap Gus Ipul dalam laporan DetikNews.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau disiapkan menjadi tenaga kerja terampil, baik untuk pasar domestik maupun internasional. Bagi siswa yang memilih berwirausaha, pemerintah akan memberikan pendampingan melalui kolaborasi lintas kementerian.
"Pada prinsipnya, kita sudah memikirkan hilirisasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini. Lulusannya seperti apa nanti, tindak lanjutnya dan proses-proses pendidikan yang harus dilakukan di lingkungan Sekolah Rakyat," pungkas Gus Ipul dalam keterangan tertulis.
Data terkini menunjukkan Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 lokasi dengan kapasitas 15.820 siswa yang terbagi dalam sekitar 638 rombongan belajar. Program pendidikan ini didukung oleh 10.500 guru dan 4.442 tenaga kependidikan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB