Gempa Magnitudo 7,5 Hantam Jepang, 30 Orang Terluka

Dipublish oleh Tim Towa | 09 Desember 2025, 11:14 WIB

Bagikan:
X
Gempa Magnitudo 7,5 Hantam Jepang, 30 Orang Terluka
(Foto: BMKG Jepang)

Towa News, Jakarta - Gempa berkekuatan besar mengguncang wilayah utara Jepang pada Senin malam (8/12/2025), menyebabkan 30 orang mengalami luka-luka, kerusakan infrastruktur, serta pemadaman listrik yang melanda ribuan rumah.

Gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,5 terjadi pada pukul 23.15 waktu setempat di lepas pantai wilayah Aomori. Badan Meteorologi Jepang (JMA) sebelumnya mencatat kekuatan gempa sebesar M 7,6 namun kemudian direvisi menjadi M 7,5.

"30 orang terluka akibat gempa di lepas pantai wilayah Aomori, yang memicu gelombang tsunami setinggi 70 sentimeter," ujar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi seperti dilansir AFP, Selasa (9/12/2025).

Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang mencatat salah satu dari korban luka mengalami cedera serius di Pulau Hokkaido, pulau utama bagian utara negara tersebut.

Kerusakan dan Dampak

Rekaman video memperlihatkan sejumlah jalan mengalami keretakan parah. Sebuah kendaraan dilaporkan terperosok ke dalam lubang akibat tanah yang ambles, sementara pecahan kaca jendela berserakan di sepanjang jalan dan trotoar.

Juru bicara pemerintah Minoru Kihara menyatakan pada Selasa (9/12) bahwa satu kebakaran terkonfirmasi terjadi di sebuah bangunan rumah, meski sebelumnya ada beberapa laporan awal mengenai kebakaran di sejumlah lokasi.

Seorang warga bernama Daiki Shimohata (33 tahun), pegawai negeri sipil di Hashikami, Aomori, menuturkan pengalamannya saat gempa terjadi.

"Gempa ini sesuatu yang belum pernah kami alami sebelumnya. Durasinya mungkin sekitar 20 detik," kata Shimohata kepada AFP melalui sambungan telepon.

Di Hokkaido, wartawan AFP yang berada di lokasi melaporkan bahwa tanah bergetar dengan keras selama kurang lebih 30 detik, disertai bunyi alarm ponsel yang memperingatkan warga untuk segera mengambil tindakan penyelamatan.

Evakuasi dan Pemadaman Listrik

Layanan darurat setempat mencatat sekitar 28.000 penduduk diimbau untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman. Media lokal melaporkan beberapa lokasi penampungan sementara sudah mencapai kapasitas penuh.

Kondisi suhu udara yang mencapai titik beku memperburuk situasi, dengan sekitar 2.700 rumah di Aomori kehilangan aliran listrik beberapa jam pascagempa, menurut laporan Kyodo News.

Namun, operator listrik mengabarkan bahwa pada Selasa pagi waktu setempat, pasokan listrik telah kembali pulih di hampir seluruh wilayah. Hanya kurang dari 40 rumah yang masih belum mendapatkan aliran listrik.

Peringatan Tsunami Dicabut

JMA sempat mengeluarkan peringatan tsunami dengan ketinggian hingga tiga meter yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar. Ribuan warga pun didesak untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Namun, gelombang tsunami terbesar yang tercatat hanya mencapai ketinggian 70 sentimeter. Setelah beberapa jam memantau situasi, JMA akhirnya mencabut peringatan tsunami tersebut.

Layanan kereta cepat Shinkansen sempat dihentikan sementara di beberapa jalur agar teknisi dapat melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan kerusakan pada rel kereta.

Peringatan Gempa Susulan

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan bahwa ada kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan serupa atau bahkan lebih besar dalam beberapa hari ke depan.

Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena posisinya berada di atas empat lempeng tektonik utama di kawasan Cincin Api Pasifik. Negara kepulauan dengan populasi sekitar 125 juta jiwa ini mengalami sekitar 1.500 gempa setiap tahunnya.

Gempa besar terakhir yang menghantam Jepang terjadi pada 2011 dengan kekuatan 9,0 skala Richter, memicu tsunami dahsyat yang menewaskan atau menghilangkan 18.500 orang serta menyebabkan bencana nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video