Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Klaim Stok Pangan Aman 11 Bulan ke Depan

Dipublish oleh Tim Towa | 06 April 2026, 14:32 WIB

Bagikan:
X
Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Klaim Stok Pangan Aman 11 Bulan ke Depan
(dok. Kementan)

Towa News, Makassar - Pemerintah menyatakan telah memiliki pengalaman dalam menangani dampak El Nino Godzilla dan menjamin ketersediaan pangan nasional tidak akan terganggu meski ancaman kemarau panjang hingga enam bulan ke depan diprediksi melanda.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kondisi saat ini masih lebih terkendali dibandingkan El Nino yang terjadi pada 2015. Pemerintah, kata dia, sudah melewati setidaknya tiga episode El Nino besar, yakni pada 2015, 2023, dan 2024.

"Katanya kering enam bulan, oke. Tapi sepertinya masih lebih tinggi El Nino yang dulu, (tahun) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman, (tahun) 2015, 2023, 2024," ujar Amran seperti dikutip dari Press Release Badan Komunikasi Pemerintah RI dalam kunjungannya ke Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (6/4).

Amran memproyeksikan stok pangan dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 11 bulan ke depan, jauh melampaui durasi kemarau yang diperkirakan berlangsung enam bulan. Proyeksi itu dihitung dari gabungan stok beras di gudang Bulog, cadangan sektor swasta, serta potensi hasil panen yang sedang dan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

"Sebelas bulan ke depan ini aman. Stoknya untuk rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan hanya 6 bulan. Berarti aman, pangan aman," kata Amran dalam keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Rincian Stok Beras Nasional

Berdasarkan keterangan Amran, stok beras di gudang Bulog saat ini tercatat sebesar 4,5 juta ton dan diperkirakan akan bertambah menjadi 5 juta ton dalam 20 hari ke depan. Selain itu, stok beras dari sektor swasta di segmen perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) mencapai 12,5 juta ton, sementara potensi panen dari tanaman yang sudah ada di lapangan diperkirakan menyumbang 11 juta ton.

Pemerintah juga menjalankan program pompanisasi mulai April 2026 guna mengantisipasi penurunan produksi akibat cuaca ekstrem. Melalui program tersebut, Amran memperkirakan ada tambahan panen sebesar 2 juta ton per bulan, atau setara 12 juta ton secara kumulatif.

Dengan perhitungan itu, Amran optimistis ketahanan pangan nasional akan terjaga hingga melampaui puncak panen tahun 2027.

"Berarti bisa sampai Maret, panen puncak tahun depan, aman. Bahkan bisa overlap sampai April 2027," tegasnya seperti dikutip dari Press Release Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Bapanas Perkuat Cadangan Pangan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menyatakan terus memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) dalam menghadapi El Nino Godzilla. Berdasarkan data Bapanas per 2 April 2026, stok CPP beras tercatat sebesar 4,4 juta ton, jagung pakan 168 ribu ton, gula pasir 49 ribu ton, dan minyak goreng 121 ribu kiloliter.

Untuk komoditas protein, stok daging sapi tercatat 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, daging ayam 39 ton, dan telur ayam 17 ton. (rls)

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video