Optimalkan Aset BUMN dan Lahan Negara, Pemerintah Kebut Pembangunan Hunian Inklusif

Dipublish oleh Tim Towa | 06 April 2026, 20:01 WIB

Bagikan:
X
Optimalkan Aset BUMN dan Lahan Negara, Pemerintah Kebut Pembangunan Hunian Inklusif
(Dok.Sekertariat Kabinet)

Towa News, Jakarta - Pemerintah berkomitmen mengoptimalkan aset negara, termasuk lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kawasan strategis perkotaan, untuk mempercepat pembangunan hunian rakyat. Hal ini mengemuka dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Kabinet melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Presiden mengarahkan pemanfaatan lahan negara tersebut untuk pembangunan dua jenis hunian, yakni rumah tapak dan rumah susun.

"Presiden mengarahkan optimalisasi pemanfaatan lahan negara, termasuk aset BUMN dan kawasan strategis perkotaan, untuk pembangunan hunian, baik rumah tapak maupun rumah susun, dengan skema yang inklusif bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah," tulis Sekretariat Kabinet dalam unggahannya.

Selain optimalisasi lahan, pemerintah juga memperkuat program bedah rumah rakyat dengan target 400 ribu unit pada tahun ini, yang ditujukan untuk menjangkau seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia.

Percepatan program perumahan ini dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari tahap perencanaan, pembiayaan, hingga pelaksanaan di lapangan.

"Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, program ini diharapkan tidak hanya mempercepat penyediaan hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan," pungkas keterangan resmi Sekretariat Kabinet.

Sumber: Instagram @sekretariat.kabinet 

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video