Said Didu Sebut EO Sarang Korupsi,Ketua Gekraf Kawendra: Logika Sesat dan Berbahaya

Dipublish oleh Tim Towa | 03 April 2026, 22:26 WIB

Bagikan:
X
Said Didu Sebut EO Sarang Korupsi,Ketua Gekraf Kawendra: Logika Sesat dan Berbahaya
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs), Kawendra Lukistian (dok.istimewa)

Towa News, Jakarta Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs), Kawendra Lukistian, merespons keras pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu yang melontarkan stigma negatif terhadap industri event organizer (EO) dalam sebuah program talkshow televisi. Kawendra menilai pernyataan itu keliru dan berpotensi merugikan jutaan pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

Respons Kawendra disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (3/4/2026). Ia menegaskan bahwa industri EO justru merupakan salah satu penggerak utama perekonomian nasional, bukan beban anggaran negara.

"Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan oleh yang bersangkutan tentu sangat berbahaya," ujar Kawendra Lukistian dalam unggahan Instagram pribadinya, Jumat (3/4/2026).

Kawendra memaparkan sejumlah data untuk menopang argumennya. Menurutnya, kontribusi industri EO terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tercatat mencapai Rp128 triliun. Sektor ini juga disebut melibatkan lebih dari 14.800 UMKM, lebih dari 270.000 pekerja event profesional, serta jutaan freelancer yang menggantungkan mata pencaharian dari industri tersebut.

"Kontribusi terhadap PDB sangat jelas Rp128 triliun, UMKM yang terlibat lebih dari 14.800, dan lebih dari 270.000 pekerja event profesional serta jutaan freelancer di industri ini. Artinya industri EO adalah penggerak ekonomi bangsa yang riil," lanjut Kawendra.

Kawendra menilai tuduhan Said Didu yang disampaikan dalam program talkshow di salah satu stasiun televisi itu terlalu menggeneralisasi dan tidak mencerminkan kondisi nyata industri EO. Menurutnya, industri EO bukan beban anggaran, melainkan sektor produktif yang memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

Ia juga mengaitkan pernyataannya dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis dalam penciptaan lapangan kerja. Kawendra menilai narasi yang menyudutkan industri EO secara menyeluruh bertentangan dengan semangat pemerintahan saat ini.

Tak berhenti di sana, Kawendra mengisyaratkan kemungkinan langkah hukum untuk membela para pelaku industri kreatif di sektor EO. Ia menyebut tengah mempertimbangkan untuk melibatkan bidang hukum DPP Gekrafs dalam menindaklanjuti pernyataan Said Didu secara perdata.

"Demi menjaga marwah pejuang ekraf di sektor Event Organizer (EO), saya mempertimbangkan meminta Bidang Hukum DPP Gekrafs melaporkan ini secara perdata," tegasnya seperti dikutip dari unggahan Instagram Kawendra Lukistian, Jumat (3/4/2026).

Pernyataan Kawendra mendapat respons positif dari warganet di kolom komentar. Sejumlah pengguna media sosial berpendapat bahwa industri EO justru banyak membuka lapangan pekerjaan dan menghidupi jutaan orang. Sebagian lainnya menilai pernyataan Said Didu berpotensi merugikan pekerja kreatif yang tidak terlibat dalam dugaan penyimpangan di sejumlah kegiatan tertentu.(red)

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video