Dipublish oleh Tim Towa | 10 Desember 2025, 11:17 WIB
Towa News, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (10/12) pagi. Penguatan ini terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 56,53 poin atau 0,65 persen ke level 8.713,71. Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan mengalami kenaikan 6,55 poin atau 0,77 persen menuju posisi 854,61.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan indeks berpotensi mengalami penurunan dalam waktu dekat. "IHSG berpeluang untuk koreksi jangka pendek menuju level 8.625-8.650," ujar Ratna Lim seperti dikutip dari Antara, Rabu (10/12).
Pasar Tunggu Keputusan The Fed
Dari sisi global, investor bersikap menunggu menjelang pengumuman hasil pertemuan The Fed yang dijadwalkan pada Kamis (11/12) dini hari waktu Indonesia. Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, yang menjadi penurunan ketiga sepanjang 2025.
Meski kemungkinan pemangkasan suku bunga cukup besar, sejumlah pejabat The Fed telah menyampaikan kekhawatiran terkait sulitnya memperoleh data ekonomi terbaru. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan pelaku pasar.
Data ketenagakerjaan AS menunjukkan tren positif. ADP Employment tercatat meningkat rata-rata 4.750 per minggu dalam empat pekan hingga 22 November 2025. Kenaikan ini memperkuat potensi Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Lowongan pekerjaan di AS juga mengalami kenaikan 12 ribu menjadi 7,67 juta pada Oktober 2025. Namun, data NonFarm Payrolls (NFP) November 2025 yang menjadi indikator penting penilaian pasar tenaga kerja AS baru akan dirilis pada 16 Desember 2025 karena tertunda akibat penutupan pemerintah sementara waktu sebelumnya.
Sentimen Domestik Positif
Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencatat kenaikan ke level 124 pada November 2025 dari posisi 121,2 di bulan Oktober. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Februari 2025, didorong oleh peningkatan seluruh sub indeks utama.
Pelaku pasar juga menunggu rilisan data penjualan ritel Oktober 2025 yang diproyeksikan tumbuh 4 persen secara tahunan (year on year), naik dari pertumbuhan 3,7 persen pada September 2025.
Bursa Global Beragam
Pada perdagangan Selasa (9/12), bursa Eropa mayoritas melemah. Euro Stoxx 50 turun 0,16 persen, FTSE 100 Inggris merosot 0,03 persen, sementara DAX Jerman naik 0,49 persen. Indeks CAC Prancis tercatat turun 0,69 persen.
Bursa Wall Street AS juga kompak melemah pada penutupan Selasa. Dow Jones Industrial Average turun 0,38 persen ke level 47.560,29, S&P 500 merosot 0,09 persen ke 6.840,51, dan Nasdaq Composite turun 0,16 persen ke posisi 25.668,69.
Sementara itu, bursa Asia pada pagi ini menunjukkan tren penurunan. Nikkei Jepang melemah 0,39 persen ke 50.455,50, Shanghai turun 0,59 persen ke 3.886,42, Hang Seng merosot 0,47 persen ke 25.337,50, dan Strait Times turun 0,20 persen ke 4.503,44.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kemlu Lobi Iran agar Dua Tanker Pertamina Bisa...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.32 WIB
MUI Ajak Ulama dan Umara Perkuat Persatuan di...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.22 WIB
Kepatuhan Meta Hanya 28 Persen, Menkomdigi Sidak Kantor...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.59 WIB
Dasco Serukan Persatuan Nasional, Minta Masyarakat Sipil Beri...
Towa News | 06 Maret 2026, 13.51 WIB
Presiden Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan PBNU,...
Towa News | 05 Maret 2026, 19.16 WIB