Indonesia-Belarus Perkuat Kerja Sama Bilateral, Teken 7 MoU dan Peta Jalan 2026-2030

Tim Towa - Towa News
Kamis, 02 Juli 2026 15:54 WIB
Indonesia-Belarus Perkuat Kerja Sama Bilateral, Teken 7 MoU dan Peta Jalan 2026-2030
(dok. Sekerteriat Presiden)

Towa News, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Belarus resmi menandatangani tujuh nota kesepahaman (MoU) serta satu peta jalan kerja sama pada Kamis (2/7/2026). Penandatanganan berlangsung di Istana Merdeka, bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa peta jalan kerja sama bilateral untuk periode 2026-2030 tersebut akan menjadi acuan pengembangan hubungan kedua negara selama lima tahun mendatang.

"Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerjasama yang lebih terarah dan konkret," kata Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Kamis (2/7/2026).

Fokus Kerja Sama Pangan dan Pertanian

Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara sepakat memperkuat kolaborasi di sektor ketahanan pangan. Prabowo menilai Indonesia dan Belarus memiliki peluang untuk saling melengkapi, khususnya dalam pengembangan pertanian modern, produksi pupuk, serta penyediaan alat dan teknologi pertanian termasuk alat berat.

Perluasan Kemitraan Ekonomi dan Industri

Di sektor ekonomi, Indonesia dan Belarus berkomitmen memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional masing-masing negara. Prabowo menyebut ke depan kerja sama akan diarahkan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, hingga kolaborasi teknologi.

Terkait perdagangan, Prabowo mengapresiasi langkah Belarus yang telah merampungkan ratifikasi perjanjian dagang bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union. Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini juga tengah menjalani proses ratifikasi serupa.

"Di bidang industri kami melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan usaha patungan [joint venture] antara pelaku usaha kedua negara khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat dan agroindustri," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Kerja Sama Sosial Budaya hingga Isu Global

Selain sektor ekonomi, kedua negara juga mendorong kerja sama di bidang sosial budaya dan pengembangan sumber daya manusia melalui pertukaran budaya serta penguatan kemitraan antar-institusi pendidikan dan pelatihan vokasi.

Prabowo menambahkan, dirinya bersama Lukashenko turut bertukar pandangan mengenai isu-isu kawasan dan global, termasuk komitmen mendukung perdamaian dan stabilitas dunia.

Daftar Tujuh MoU yang Ditandatangani

Berikut rincian tujuh nota kesepahaman dan satu perjanjian kerja sama yang diteken kedua negara:

  1. Kerja sama industri antara Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Perindustrian Belarus

  2. Kerja sama kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan RI dan Kementerian Kebudayaan Belarus

  3. Kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan RI dan Bank Nasional Belarus

  4. Kerja sama bidang kesehatan antara Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Kesehatan Belarus

  5. Perjanjian kerja sama ilmiah dan teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional RI dan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus

  6. Kerja sama pertukaran laporan intelijen terkait pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal antara PPATK dan Departemen Pengawasan Keuangan Komite Pengawasan Negara Belarus

  7. Kerja sama akreditasi nasional yang ditandatangani Ketua Komite Akreditasi Nasional RI

Penandatanganan tujuh dokumen kerja sama ini menandai babak baru hubungan bilateral Indonesia-Belarus di berbagai sektor strategis.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi