Produksi Beras Nasional Diproyeksi Tembus 25,28 Juta Ton hingga Agustus 2026, Mentan: Bukti Swasembada Pangan Menguat

Tim Towa - Towa News
Kamis, 02 Juli 2026 11:09 WIB
Produksi Beras Nasional Diproyeksi Tembus 25,28 Juta Ton hingga Agustus 2026, Mentan: Bukti Swasembada Pangan Menguat
(dok. Kementan/M. Digi)

Towa News, Jakarta – Ketahanan pangan Indonesia dinilai semakin solid setelah Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional periode Januari–Agustus 2026 mencapai 25,28 juta ton. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tren kenaikan produksi pangan nasional tidak lepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan produksi dalam negeri.

"Alhamdulillah, produksi pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu memperkuat produksi pangan nasional agar Indonesia semakin mandiri dan petani semakin sejahtera," kata Amran seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (2/7).

Menurut Amran, pencapaian tersebut merupakan buah dari sejumlah kebijakan pemerintah di sektor pertanian, antara lain percepatan masa tanam, perbaikan sistem irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, hingga penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah yang berpihak kepada petani.

Ia menambahkan, tren positif ini juga sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia sepanjang 2026 bisa mencapai sekitar 38 juta ton, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di dunia.

"Indonesia kini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu kekuatan pangan global," ujar Amran.

Sejumlah Program Prioritas Terus Digenjot

Amran menegaskan pemerintah akan terus memperkuat berbagai program strategis untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan. Program tersebut meliputi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan areal tanam, optimalisasi lahan rawa, pengembangan mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, serta hilirisasi sektor pertanian.

"Kita tidak boleh berhenti. Produksi harus terus ditingkatkan, biaya produksi petani harus ditekan, dan kesejahteraan petani harus terus naik," tegas Amran.

Luas Panen dan Produksi Padi Turut Meningkat

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, kenaikan produksi beras berbanding lurus dengan pertambahan luas panen dan produksi padi secara nasional.

BPS mencatat produksi beras untuk konsumsi masyarakat pada Mei 2026 mencapai 2,84 juta ton. Sementara itu, potensi produksi beras pada Juni–Agustus 2026 diperkirakan mencapai 8,42 juta ton, naik 0,10 juta ton atau 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi produksi padi, BPS mencatat realisasi pada Mei 2026 sebesar 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG), sedangkan potensi produksi pada Juni–Agustus 2026 diperkirakan mencapai 14,61 juta ton GKG, atau naik 1,18 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton GKG atau meningkat sekitar 0,06 persen dibandingkan periode Januari-Agustus tahun 2025," kata Ateng.

Kenaikan produksi juga diiringi perluasan luas panen padi. Pada Mei 2026, luas panen tercatat 0,98 juta hektare, sementara potensi luas panen pada Juni–Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, naik 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,04 juta hektare atau naik 0,43 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," ujar Ateng.

Sumber: Antara

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi