Dipublish oleh Admin | 17 Juni 2025, 11:50 WIB
Towa News, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk memimpin upaya eliminasi malaria di kawasan Asia Pasifik menuju target bebas malaria pada tahun 2030. Komitmen ini ditegaskan dalam penyelenggaraan Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria ke-9 yang berlangsung selama dua hari dan dihadiri lebih dari 200 peserta dari 23 negara.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Murti Utami, menekankan bahwa malaria tidak hanya menjadi persoalan kesehatan semata, tetapi berkaitan erat dengan isu keadilan sosial, pembangunan, keamanan, hingga kebijakan publik.
“Kita tahu bahwa malaria bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan keadilan, pembangunan, keamanan, dan kebijakan publik,” ujar Murti dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (16/6).
Meski terdapat kemajuan signifikan di sejumlah negara, Murti menyebut kawasan Asia Pasifik masih menghadapi tantangan besar, seperti tingginya angka kasus, mobilitas lintas batas, resistensi obat, hingga kemunculan malaria zoonotik dan dampak perubahan iklim.
Namun demikian, Murti menyatakan optimisme bahwa eliminasi dapat dicapai dengan mempercepat dan menyelaraskan fondasi yang sudah ada. “Yang kita perlukan saat ini adalah mempercepat, menyelaraskan, dan mempertahankan upaya-upaya tersebut,” katanya.
Murti juga menggarisbawahi pentingnya diplomasi kesehatan dan kerja sama lintas negara serta lintas sektor dalam mencapai target eliminasi pada 2030. Ia mendorong pemanfaatan forum ini untuk memperkuat kolaborasi regional.
Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam penanggulangan malaria di tingkat nasional maupun regional.
“Eliminasi nasional bukanlah hal yang mustahil - target ini berada dalam jangkauan,” ungkap Tedros. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks, khususnya dalam hal pendanaan kesehatan global.
Menurut Tedros, untuk menjaga momentum, dibutuhkan komitmen politik yang kuat dan kemitraan lintas sektor dan negara yang lebih erat.
Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi ajang strategis untuk mendorong penguatan kolaborasi dan inovasi dalam menanggulangi penyakit malaria, yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di Asia Pasifik.
Sumber : kemkes.go.id, antaranews.com
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Trump Tegaskan Tidak Memerlukan Hukum Internasional dalam Kepemimpinan...
Towa News | 10 Januari 2026, 09.36 WIB
KBRI Paramaribo Gelar Workshop Kolaborasi Tari dan Musik...
Towa News | 09 Januari 2026, 10.19 WIB
Presiden Interim Venezuela Tegaskan Tak Akan Tunduk pada...
Towa News | 09 Januari 2026, 09.07 WIB
Buronan Penipuan Kripto Internasional Chen Zhi Ditangkap, Sita...
Towa News | 08 Januari 2026, 13.27 WIB
Trump Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional, Termasuk...
Towa News | 08 Januari 2026, 09.46 WIB