Indonesia Resmikan Logo Keketuaan D-8, Usung Tema Penguatan Kerja Sama Global South

Dipublish oleh Tim Towa | 26 Januari 2026, 12:37 WIB

Bagikan:
X
Indonesia Resmikan Logo Keketuaan D-8, Usung Tema Penguatan Kerja Sama Global South
(dok.kemenlu)

Towa News, Jakarta - Pemerintah Indonesia resmi memperkenalkan logo Keketuaan pada Organisasi Kerja Sama Ekonomi Developing Eight (D-8) untuk periode 2026-2027. Peluncuran ini menjadi penanda awal komunikasi publik menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke-12 di Jakarta pada April 2026.

Peluncuran yang dilakukan pada 22 Januari 2026 tersebut sekaligus memperkenalkan identitas visual yang bakal digunakan sepanjang rangkaian kegiatan D-8 selama masa kepemimpinan Indonesia.

Untuk periode keketuaannya, Indonesia mengangkat tema "Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity". Tema ini mencerminkan tekad Indonesia memimpin D-8 dalam menyikapi perubahan geopolitik dan geoekonomi global melalui penguatan kerja sama negara-negara Global South.

Simbol Kompas dan Cahaya Penuntun

Desain logo menampilkan perpaduan simbol kompas Nusantara dan cahaya penuntun (jyoti) yang melambangkan arah, harapan, serta orientasi strategis organisasi. Delapan elemen berbentuk bintang dalam logo merepresentasikan kedelapan negara anggota D-8 yang bersatu dalam satu kesatuan.

Konfigurasi visual tersebut dirancang untuk mencerminkan tekad kolektif memperkuat integrasi ekonomi, konektivitas, dan kemakmuran bersama di antara negara-negara anggota.

Peluncuran logo diharapkan dapat meningkatkan visibilitas D-8 baik di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat pemahaman publik terhadap peran strategis Indonesia dalam organisasi tersebut.

Diplomasi Responsif di Tengah Dinamika Global

Langkah ini sejalan dengan arah diplomasi Indonesia yang disampaikan Menlu Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan 2026. Indonesia menekankan perlunya diplomasi responsif terhadap perubahan tatanan dunia yang kian kompleks dan penuh ketidakpastian, seperti dikutip dari Kementerian Luar Negeri RI.

Diplomasi Indonesia dibangun atas prinsip ketahanan (resilience) untuk menghadapi tekanan dan ketidakpastian global, termasuk melalui kerja sama ekonomi dan politik inklusif di forum internasional seperti D-8.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperluas ruang strategis di antara negara-negara berkembang, memperkuat solidaritas Global South, serta menjadikan D-8 sebagai wadah memperjuangkan kepentingan bersama menghadapi tantangan global.

Agenda Berorientasi Hasil Nyata

Sebagai Ketua D-8 periode 2026-2027, Indonesia akan mendorong kerja sama yang berorientasi pada hasil nyata dan berdampak langsung. Fokus utama diarahkan pada penguatan interaksi ekonomi antarnegara anggota, penciptaan nilai tambah bersama, serta peningkatan keterlibatan komunitas usaha.

Seluruh agenda keketuaan dirancang untuk menghasilkan manfaat konkret, berkelanjutan, dan dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha maupun masyarakat di negara-negara anggota D-8.

Komitmen ini mencerminkan posisi aktif Indonesia dalam memperkuat multilateralisme dan kerja sama antarnegara berkembang sebagai respons terhadap fragmentasi sistem internasional yang terjadi saat ini.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video