Dipublish oleh Tim Towa | 01 April 2026, 14:07 WIB
Towa News, Jakarta - Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini ditempuh sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pemerintah Bidik Penghematan Rp 6,2 Triliun
Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual pada Selasa (31/3/2026).
"Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM," ujar Airlangga.
Hari Jumat dipilih karena sejumlah kementerian telah lebih dahulu menerapkan sistem empat hari kerja dalam sepekan pasca-pandemi COVID-19.
Sementara itu, bagi karyawan swasta, WFH sehari per pekan bersifat imbauan dan pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan tiap sektor usaha. Menteri Ketenagakerjaan menegaskan bahwa pekerja swasta tidak harus menerapkan WFH pada hari Jumat — teknis pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing perusahaan.
Sejumlah Negara Sudah Lebih Dulu Bergerak
Indonesia bukan negara pertama yang menempuh langkah ini. Beberapa negara di Asia dan Afrika telah lebih dulu memberlakukan kebijakan serupa sebagai respons terhadap krisis energi.
Pakistan menjadi salah satu yang bergerak paling awal. Sejak awal Maret 2026, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mewajibkan 50 persen tenaga kerja bekerja dari rumah, sekaligus memperpanjang masa liburan sekolah. Pakistan juga menaikkan harga bensin dan solar sebesar 55 rupee per liter kenaikan terbesar dalam sejarah negara itu menyusul melonjaknya harga minyak dunia melampaui USD 100 per barel untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022.
Thailand turut mengambil langkah serupa. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memerintahkan pegawai negeri untuk WFH sejak 3 Maret, kecuali mereka yang harus melayani publik secara langsung. Pemerintah juga mewajibkan pengaturan suhu AC di kisaran 26–27 derajat Celsius, meniadakan perjalanan dinas luar negeri, dan mengimbau masyarakat untuk melakukan carpooling.
Vietnam menempuh jalur serupa. Kementerian Perdagangan Vietnam meminta pelaku usaha mendorong karyawannya untuk WFH guna menekan konsumsi bahan bakar. Vietnam termasuk negara yang paling terdampak oleh gangguan pasokan akibat konflik Iran, dengan harga bensin naik 32 persen, solar 56 persen, dan minyak tanah melonjak hingga 80 persen sejak akhir Februari lalu.
Sri Lanka memberlakukan kebijakan yang lebih ketat: lembaga-lembaga negara hanya beroperasi empat hari per pekan sejak 18 Maret, dengan menetapkan setiap hari Rabu sebagai hari libur nasional. Langkah penghematan energi juga diterapkan di sekolah dan universitas.
Mesir pun mengambil serangkaian kebijakan darurat energi mulai 28 Maret. Selain mewajibkan WFH sehari per pekan bagi sebagian besar pekerja pada April 2026, pemerintah Mesir memerintahkan toko, restoran, dan kafe tutup lebih awal pukul 21.00, serta memadamkan lampu jalan dan papan iklan. Pekerja di sektor krusial seperti rumah sakit, sekolah, dan pabrik dikecualikan dari kebijakan WFH.
Konteks: Harga Minyak Lampaui USD 100 per Barel
Kebijakan WFH di berbagai negara ini merupakan respons langsung terhadap lonjakan harga minyak global yang dipicu oleh serangan balasan Iran terhadap negara-negara penghasil minyak di kawasan Teluk, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Harga minyak mentah kini berada di atas USD 100 per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, menekan anggaran negara-negara yang bergantung pada impor energi. (red)
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Sebut Korea Selatan Sahabat Dekat RI dalam...
Towa News | 01 April 2026, 14.45 WIB
Divonis Bebas, Amsal Sitepu Ucapkan Terima Kasih kepada...
Towa News | 01 April 2026, 12.57 WIB
Prabowo dan PM Takaichi Satukan Langkah: Siap Jadi...
Towa News | 01 April 2026, 12.43 WIB
Prabowo Temui 13 Pimpinan Perusahaan Raksasa Jepang di...
Towa News | 01 April 2026, 12.22 WIB
Pemerintah Tegaskan Ekonomi Nasional Stabil di Tengah Gejolak...
Towa News | 01 April 2026, 12.19 WIB