Dipublish oleh Tim Towa | 01 April 2026, 12:19 WIB
Towa News, Seoul - Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, pemerintah Indonesia memastikan kondisi perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang stabil. Hal itu ditegaskan dalam konferensi pers hybrid yang digelar dari Seoul, Republik Korea, pada Selasa (31/3/2026).
Konferensi pers tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih sebagai respons atas dinamika global yang terus berkembang, sekaligus bentuk tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang kuat.
"Kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga," kata Airlangga Hartarto dalam konferensi pers hybrid dari Seoul, Selasa (31/3/2026).
Airlangga menambahkan, tekanan global termasuk gangguan rantai pasok dunia tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk mendorong transformasi ekonomi ke arah yang lebih modern.
"Situasi ini bukanlah hambatan, melainkan momentum bagi kita untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku yang modern dan efisien," ujar Airlangga dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengelolaan anggaran negara dilakukan secara hati-hati dan terukur, sehingga masih memiliki ruang untuk meredam dampak gejolak perekonomian global.
"Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih mempunyai ruangan untuk memberi cushion atau bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia," kata Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers hybrid dari Seoul, Selasa (31/3/2026).
Purbaya juga memastikan bahwa defisit anggaran hingga akhir tahun akan tetap berada dalam batas yang telah diperhitungkan dan tidak akan lepas kendali.
"Jadi teman-teman media dan masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat-marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun," pungkas Purbaya.
Serangkaian kebijakan yang diumumkan pemerintah ini merupakan bagian dari langkah mitigasi risiko sekaligus upaya adaptif dalam menghadapi ketidakpastian global yang terus berkembang.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Sebut Korea Selatan Sahabat Dekat RI dalam...
Towa News | 01 April 2026, 14.45 WIB
Indonesia Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN, Ini...
Towa News | 01 April 2026, 14.07 WIB
Divonis Bebas, Amsal Sitepu Ucapkan Terima Kasih kepada...
Towa News | 01 April 2026, 12.57 WIB
Prabowo dan PM Takaichi Satukan Langkah: Siap Jadi...
Towa News | 01 April 2026, 12.43 WIB
Prabowo Temui 13 Pimpinan Perusahaan Raksasa Jepang di...
Towa News | 01 April 2026, 12.22 WIB